Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juli 2022 | 22.51 WIB

Pengacara Sebut Otopsi Jenazah Brigadir Yoshua Dijadwalkan Awal Pekan

Sejumlah pemuda dari organisasi massa Pemuda Batak Bersatu (PBB) menjaga makam Bripda Yosua di Bahar Unit 1, Kabupaten Muaro Jambi. Nanang Mairiadi/Antara - Image

Sejumlah pemuda dari organisasi massa Pemuda Batak Bersatu (PBB) menjaga makam Bripda Yosua di Bahar Unit 1, Kabupaten Muaro Jambi. Nanang Mairiadi/Antara

JawaPos.com–Pengacara keluarga Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, otopsi ulang jenazah Yoshua akan dilakukan pada awal pekan ini. Yakni pada Senin (25/7) atau Selasa (26/7).

”Jadwal otopsi segera dilakukan awal minggu ini, Senin atau Selasa. Sambil menunggu kelengkapan dokumen dan tim yang melaksanakannya,” kata Kamaruddin Simanjuntak seperti dilansir dari Antara di Jambi, Sabtu (23/7)

Kamaruddin mendatangi Mapolda Jambi mendampingi pihak keluarga memenuhi panggilan penyidik. Kamaruddin Simanjuntak bersama perwakilan keluarga Brigadir Yoshua kembali mendatangi Mapolda Jambi dalam agenda pemeriksaan penyelidikan Tim Khusus Mabes Polri atas laporan pihak keluarga terkait dugaan pembunuhan berencana.

”Pemeriksaan ini dilakukan atas laporan pihaknya ke Mabes Polri dan akhirnya dalam kasus ini Mabes Polri sudah menaikkan status kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Kamaruddin.

Sementara itu, terkait prarekonstruksi yang dilakukan Tim Mabes Polri, Kamaruddin menegaskan, pihaknya tidak dilibatkan dalam prarekonstruksi tersebut. Rekonstruksi tersebut merupakan permintaannya.

”Soal rekonstruksi itu atas permintaan saya. Saya minta dilakukan prarekonstruksi apakah itu sudah benar atau latihan karena harusnya kami dilibatkan,” ucap Kamaruddin.

Kamaruddin Simanjuntak mengakui, pihaknya telah menemukan jejak elektronik dugaan pembunuhan terencana terhadap Yoshua. ”Satu hal yang perlu diinformasikan adalah kami sudah menemukan jejak digital dugaan pembunuhan berencana. Artinya ada rekaman elektronik,” kata Kamaruddin Simanjutak.

Dia mengatakan, pada rekaman elektronik tersebut terlihat almarhum Brigadir Yoshua mengalami ketakutan pada Juni hingga menangis. ”Itu rekaman elektronik teknisnya akan kami ungkap nanti,” ujar Kamaruddin.

Selanjutnya, dia menyebutkan dugaan ancaman pembunuhan itu terus berlanjut. Kemudian ancaman itu masih berlangsung hingga satu hari menjelang kejadian.

”Namun salah satu yang saya pastikan, itu pengancamannya di Magelang (Jawa Tengah). Untuk TKP tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi di Magelang atau antara Magelang–Jakarta atau di rumah Ferdy Sambo,” terang Kamaruddin.

Sementara itu, terkait penemuan dua handphone milik Brigadir Yoshua di rumah dinas, Kamaruddin mengatakan, belum melakukan pengecekan terkait kebenaran kepemilikan handphone tersebut. ”Saya belum periksa apakah itu handphone-nya atau yang lain karena harus kita periksa terlebih dahulu,” papar Kamaruddin Simanjuntak.

Usai mendampingi pihak keluarga di Mapolda Jambi, Kamaruddin bersama tim menuju rumah duka dan ke makam Brigadir Polisi Yoshua di daerah Sungai Bahar Unit 1 Kabupaten Muaro Jambi untuk melihat kelayakan lokasi otopsi ulang di sana.

Sebelumnya, makam almarhum Bripda Nofriansyah Yosua Hutabarat di Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi dijaga kerabat menjelang otopsi ulang yang melibatkan pihak independen setelah kuasa hukum keluarga melaporkan kejanggalan kematiannya ke Mabes Polri.

”Kami mulai melakukan penjagaan di makam sejak Kamis (21/7) malam setelah ada kepastian dilakukan otopsi ulang, penjagaan dilakukan pada malam hari saja,” kata Rudi Sihotang, Ketua Perwakilan Pemuda Batak Bersatu (PBB), di makam Yosua yang berjarak 2 kilometer dari rumah duka di kawasan perkebunan sawit Bahar Unit 1, Muaro Jambi, Jumat (22/7).

Dia menyebutkan karena ada informasi ada otopsi ulang atau ekshumasi, pihak keluarga atau pengacara menilai makam tersebut harus dijaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. ”Sudah kami jaga makamnya sejak malam kemarin dan kami menempatkan empat orang untuk berjaga di makam mulai pukul 20.30 WIB sampai 05.30 WIB. Itu atas permintaan keluarga,” ujar Rudi.

Permintaan keluarga dan pengacaranya agar makam dijaga karena, menurut dia, masalah itu belum selesai. Sehingga, pihaknya sebagai organisasi PBB melakukan penjagaan.

”Kami tidak tahu kalau nanti dibongkar secara diam-diam, makanya kami berjaga-jaga jelang otopsi ulang. Di makam Yosua juga tampak sudah disediakan lampu penerangan,” kata Rudi Sihotang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore