
SATU RASA: Ratusan suporter Aremania menabur bunga di Balai Kota Malang, Jalan Tugu (5/10). Doa bersama tersebut sebagai bentuk belasungkawa terhadap nasib ratusan suporter yang meninggal di Stadion Kanjuruhan. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
JawaPos.com – Tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur berencana melakukan ekshumasi serta rekonstruksi terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Itu sejalan dengan salah satu poin rekomendasi dari tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk Polri, yakni melanjutkan proses hukum sampai tuntas.
Ekshumasi atau pembongkaran kubur dilakukan terhadap dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan. Polri merencanakan penggalian makam pada Rabu (19/10).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan belum bisa mengungkap identitas korban yang jenazahnya bakal diekshumasi. Dia berjanji menyampaikannya menjelang hari pelaksanaan. ”Tentunya dalam ekshumasi Polri tidak bekerja sendiri. Polri bekerja sama dengan kedokteran forensik Indonesia,” katanya kemarin (15/10).
Keterlibatan dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) itu, lanjut Dedi, merupakan bentuk transparansi Polri dalam mengusut tragedi di Kanjuruhan.
Sehari setelah ekshumasi, pada Kamis (20/10) Polri berencana melaksanakan rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara dan menguatkan pembuktian.
Dedi menjelaskan, melalui rekonstruksi tersebut, penyidik akan melihat beberapa hal. ”Berapa tembakan yang dilakukan. Kemudian arah tembakan, perintah tembakan, dan jenis peluru yang digunakan,” ungkapnya.
Selain itu, pekan depan dilanjutkan pemeriksaan saksi dan tersangka. ”Pemeriksaan tambahan terhadap 16 orang saksi,” imbuhnya. Informasi lebih terperinci terkait pemeriksaan tersebut bakal disampaikan besok (17/10).
Di sisi lain, Polri juga memperbaiki regulasi pengamanan pertandingan sepak bola. Ke depan, steward akan berada di garda depan. Polri tidak akan lagi menggunakan beberapa peralatan dalam tugas pengamanan pertandingan. ”Penggunaan gas air mata, kemudian peralatan-peralatan pengendalian massa dan peralatan yang dapat memprovokasi massa di stadion itu tentunya tidak digunakan kembali,” terangnya.
Polri juga akan menyesuaikan aturan yang ada dengan ketentuan FIFA. Saat ini Kapolri tengah membuat regulasi yang bisa memberikan jaminan keselamatan dan keamanan di setiap pertandingan sepak bola.
Sementara itu, hingga kemarin, PSSI dan PT LIB belum merespons rekomendasi TGIPF. Sebagaimana diketahui, di antara rekomendasi tersebut adalah meminta pengurus PSSI untuk mundur serta digelar kongres luar biasa (KLB). ”Saya no comment dulu. Saya masih shock, jadi belum mau berkomentar. Biar reda dulu,” ujar salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI Hasani Abdulgani kepada Jawa Pos tadi malam.
Terlepas dari rekomendasi TGIPF, Hasani memastikan bahwa saat ini PSSI terus bekerja untuk perbaikan sepak bola Indonesia. ”Kami di internal tetap memikirkan itu (perbaikan, Red),” imbuhnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
