
KSAD Jenderal Andika Perkasa - Dery Ridwansah/JawaPos.com
JawaPos.com - Penusukan Wiranto diiringi beredarnya ujaran kebencian di media sosial. Ironisnya, beberapa penyebarnya justru istri personel TNI. Mabes TNI pun tidak tinggal diam. Anggota TNI yang istrinya menyebar posting-an bernada nyinyir tersebut langsung dicopot dari jabatannya. Satu di antaranya adalah Komandan Distrik Militer (Dandim) Kendari Kolonel HS.
Hal itu dipaparkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa di RSPAD tadi malam. Dia mengungkapkan, pihaknya menemukan dua istri anggota TNI-AD yang menjadi penyebar unggahan soal insiden penusukan Wiranto.
Unggahan tersebut dinilai melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ironisnya, keduanya menjadi penyebar pertama.
Andika memaparkan, salah seorang pengunggah berinisial IPDN, istri Kolonel HS. Satunya lagi berinisial LZ, istri Sersan Dua Z, prajurit yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung. ”Kepada dua individu ini yang telah melakukan posting-an, akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum. Karena memang status dua individu ini masuk dalam ranah peradilan umum,” ujarnya. Pihaknya pun sudah menyiapkan tim hukum untuk mengawal jalannya peradilan.
Sedangkan kedua suaminya dicopot dari jabatannya saat ini. Bukan itu saja, Andika juga menegaskan, dua anggotanya tersebut akan menjalani hukuman disiplin militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.
”Sehingga konsekuensinya, kepada Kolonel HS tadi sudah saya tanda tangani surat perintah melepas jabatannya. Begitu juga dengan Sersan Z,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Kendari Pos, Kolonel HS yang dimaksud KSAD adalah Kolonel Kav Hendi Suhendi. Dia menggenggam tongkat komando Kodim 1417/Kendari menggantikan Letkol Cpn KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya pada 19 Agustus 2019. Hendi dibebastugaskan dari jabatannya oleh KSAD. Komandan Korem (Danrem) 143 HO Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto menjelaskan, teknis penggantian Hendi akan disampaikan hari ini di makorem.
Selain dua personel TNI-AD itu, ada pula istri seorang anggota TNI-AU. Dalam website resmi TNI-AU disebutkan, penyebar ujaran kebencian tersebut adalah perempuan berinisial FS. Dia istri Peltu YNS, anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya.
Peltu YNS mendapat teguran keras. Dia juga dicopot dari jabatannya dan ditahan untuk penyidikan oleh Pomau. Sedangkan FS dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU ITE pasal penyebaran kebencian dan berita bohong.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
