
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw. Evarianus Supar/Antara
JawaPos.com–Polda Papua menyatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Intan Jaya telah melakukan sedikitnya 23 kali teror penembakan dan kasus-kasus kekerasan lain sepanjang 2020. Banyaknya aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya itu menunjukan bahwa KKB yang paling banyak melakukan pelanggaran terhadap hak azasi manusia (HAM).
”Orang selalu menyalahkan aparat melakukan pelanggaran HAM. Justru merekalah yang melanggar HAM jauh lebih parah. Tukang ojek dibantai, pedagang dibunuh, petugas kemanusiaan yang urus Covid-19 dibantai, belum termasuk anggota TNI dan Polri yang dibunuh,” kata Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw seperti dilansir dari Antara.
Berdasarkan laporan intelijen, sejak Oktober 2019, sejumlah kelompok KKB mulai bergeser dari wilayah timur Intan Jaya seperti dari Puncak Ilaga, Puncak Jaya, Tolikara, bahkan Lanny Jaya ke wilayah sekitar Sugapa. Bahkan, sebagian dari kelompok itu sempat memasuki wilayah Tembagapura Mimika pada Februari 2020.
”Mereka bergabung memasuki wilayah itu untuk menyiapkan logistik untuk bertempur di wilayah Tembagapura. Mereka nyatakan Tembagapura sebagai medan perang, jadi mereka terus mencari amunisi dan senjata api yang mereka rampas dari anggota kita. Kejadian penyerangan Koramil Persiapan Hitadipa beberapa waktu lalu ada kaitannya dengan kepentingan untuk merampas senjata api dan amunisi,” terang Paulus Waterpauw.
Kapolda mengharapkan keterlibatan aktif Pemkab Intan Jaya untuk mengajak kelompok separatis bersenjata tersebut berdialog guna mengakhiri segala bentuk kekerasan di wilayah itu. ”Ini kan sudah terang benderang, tidak ada rahasia lagi. Bupati dan pemerintah di sana sebagai yang punya rakyat ajak mereka bicara melalui tokoh-tokoh yang punya pengaruh supaya kita segera mengakhiri kekerasan-kekerasan itu,” ujar Paulus.
Menurut dia, aparat tidak akan mentolerir segala tindak kekerasan, apalagi menggunakan senjata api. ”Bagi kami hanya dua pilihan, karena mereka memiliki senjata api, tugas kami untuk melakukan penegakan hukum. Kami pasti akan terus mengejar mereka. Kalau pendekatan keamanannya seperti itu terus, tentu tidak akan menyelesaikan masalah,” papar Paulus.
Polda Papua didukung Kodam XVII/Cenderawasih, lanjut Kapolda, memiliki kekuatan yang cukup untuk digerakan ke Intan Jaya guna menghadapi KKB. Hanya saja pergeseran personel ke wilayah itu terkendala karena tidak ada sarana dan prasarana yang memadai di Sugapa seperti tempat tinggal.
”Tidak mungkin kita asal kirim ke sana, sementara di sana tidak ada rumah. Makanya kami terus bersinergi dengan Bupati dan Ketua DPRD Intan Jaya agar jika ada tempat mereka yang belum digunakan, kami bisa pinjam sementara waktu untuk ditempati pasukan-pasukan untuk mempertebal keamanan di Intan Jaya,” ujar Paulus.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=IpYGEFImF1U&ab_channel=jawapostvofficial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022