
Gabungan masyarakat dan TNI/Polri bergotong-royong membersihkan bekas-bekas bangunan dan mobil yang terbakar di kawasan siaga Hom Hom, Wamena, Papua, Kamis (3/10/19). Ratusan bangunan dan kendaraan bermotor dibakar oleh sejumlah massa pada kerusuhan 23 Se
JawaPos.com - Manto tidak mampu berbuat apa pun ketika ruko miliknya di daerah Hom-Hom, Wamena, Jayawijaya, Papua, dibakar massa pada Senin (23/9). Pikirannya saat itu hanya satu. Menyelamatkan istri dan cucunya. Tidak peduli harta benda dilalap api.
Merasa kondisi mulai kondusif, kakek 54 tahun itu datang ke tempat usaha yang juga rumahnya tersebut kemarin (3/10). Bersama warga dan aparat, dia membersihkan puing-puing bangunan. Pendatang asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan, itu menyatakan tidak punya apa-apa lagi. "Sekarang tinggal di batalyon," ungkapnya.
Pemkab Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya, dan Polres Jayawijaya kemarin mengajak ratusan pengungsi untuk melakukan karya bakti. Mereka dibawa ke daerah-daerah sentral kerusuhan. Diajak membantu membersihkan area terdampak. Salah satunya ruko milik Manto.
"Kami ajak semua yang laki-laki. Kami perlihatkan situasi real di lapangan," kata Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Infanteri Candra Dianto.
Sisa-sisa mobil yang hangus terbakar di kawasan siaga, Hom Hom, Wamena, Papua, Rabu (2/10/19). Sebanyak 32 orang dikabarkan tewas pasca kejadian pembakaran dan pembunuhan 23 September 2019. (HENDRA EKA/JAWA POS)
Sisa-sisa mobil yang hangus terbakar di kawasan siaga, Hom Hom, Wamena, Papua, Rabu (2/10/19). Sebanyak 32 orang dikabarkan tewas pasca kejadian pembakaran dan pembunuhan 23 September 2019. (HENDRA EKA/JAWA POS)
Tujuan kegiatan itu tidak lain adalah menunjukkan bahwa situasi di Wamena sudah aman. Dengan begitu, pengungsi yang selama ini tinggal di kodim maupun polres tidak perlu khawatir kembali ke rumah. Candra menyatakan, kepulangan mereka penting supaya keadaan yang sudah baik menjadi semakin baik.
Usaha tersebut tak sia-sia. Seusai karya bakti, sebagian pengungsi yang rumahnya tidak terdampak kembali ke rumah mereka meski listrik belum sepenuhnya normal. Candra mengungkapkan, PLN sudah turun tangan untuk melakukan perbaikan. "Mudah-mudahan dalam satu dua hari nyala semua," ujar perwira menengah TNI-AD tersebut.
Candra menyebutkan, di kodim kini ada 2.500 pengungsi. Jumlah itu berkurang dari awal pasca kerusuhan yang mencapai 3.500 orang.
Sementara itu, kegiatan sekolah akan berjalan lagi mulai Senin (7/10). "Tapi tidak langsung belajar-mengajar. Melainkan, rapat dahulu," ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya Bambang Budiandoyo.
Rapat akan membahas sejumlah persoalan. Akibat kerusuhan, banyak siswa atau guru yang mengungsi ke luar Wamena. Dari total 426 guru, kini hanya terdata 198 yang masih berada di ibu kota Kabupaten Jayawijaya itu.
Berdasar data pemerintah, total ada 61 sekolah di Wamena. Di antara angka itu, 25 sekolah terdampak. Hari ini sekolah terdampak itu akan mulai dibersihkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022