
Ratna Sarumpaet menjalani sidang di PN Jakarta Selatan
JawaPos.com - Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet menolak kesaksian dari Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Nanik Sudaryati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Ratna menyebut bahwa Nanik berbohong dalam kasus hukum yang membelitnya.
Kemarahan Ratna memuncak saat Nanik mengungkapkan bahwa Ratna Sarumpaet mengizinkan dirinya dan teman-teman di BPN untuk mengunggah foto wajah lebamnya di media sosial. Hal itu membuat Ratna kesal dan menuding Nanik lebih cerdas berbohong daripada dirinya.
"Saya memang berbohong, tapi ada yang lebih pembohong dari saya. Dia (Nanik) lebih jahat. Terlalu cerdas bohongnya," seru Ratna saat jalannya sidang.
Ratna mengungkapkan sedikitnya ada tiga poin kesaksian bohong yang disampaikan Nanik. Pertama, terkait menyebutkan bahwa pertemuan dengan Fadli Zon, Ratna membolehkan Fadli Zon mengunggah wajah lebam di media sosial.
Kedua, mengenai unggahan di Facebook soal kronologi kejadian cerita penganiayaan Ratna di Bandung, sudah seizin Ratna. Ketiga, Ratna memberikan izin kepada rekan-rekan di BPN menyiarkan berita kronologi penganiayaan.
"Saya sekali pun tidak pernah dimintai izin oleh Nanik atau siapa pun. Hampir semua yang dikatakannya itu bohong," pungkas Ratna.
Menanggapi tudingan Ratna, Nanik meminta untuk mengkonfirmasi langsung Fadli Zon. Mengingat Ratna Sarumpaet keberatan soal postingan di Twitter Fadli Zon.
"Kalau dicek twitternya Pak Fadli Zon, kan juga benar kan ada. Dah, itu aja. Kalau dia (Ratna) bilang enggak, pak Fadli Zon ada fotonya (bersama Ratna)," kata dia.
Nanik pun mengaku tahu jika Ratna sudah lama ingin menghubungi Fadli Zon dari tanggal 28 September 2018. Intinya, Ratna sebetulnya ingin bertemu dengan Prabowo Subianto.
"Ingin ketemu Fadli Zon atau gimana lah gitu. Itu kan pengennya (Ratna) ketemu Pak Prabowo kan, lewat Fadli, lewat Said Iqbal, lewat siapa-siapa," ujar Nanik.
"Kenapa sih, kalau cuma mau ketemu kan ketemu saja. Kenapa dia beralasan dia dianiaya gitu loh. Terus maksudnya apa?. Begitu Pak Prabowo ada rasa empati, rasa kasihan, terus jumpa pers, dia bilang nggak dianiaya. Terus apa maksudnya?," tanya Nanik lagi.
Wildan Ibnu Walid

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
