
Bus polisi yang terparkir di bawah flyover Slipi dirusak dan dibakar oleh perusuh. (DeryRidwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus kerusuhan di Kawasan Jakarta Barat kembali diungkap pihak kepolisian. Setidaknya ada empat perusuh yang berhasil diamankan. Mereka ternyata sudah merencanakan kerusuhan itu sampai membakar mobil Brimob di Slipi Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan para perusuh di kawasan Jakarta Barat menggondol beberapa senjata milik polisi saat merusak mobil Brimob. "Mereka melakukan perusakan terhadap kendaraan Brimob dan juga pencurian terhadap properti yang ada di mobil. Selain itu, Ada beberapa seperti senjata laras licin dan sebagainya (yang dicuri)," kata Hengki Haryadi, Sabtu (1/5).
Hingga kini polisi masih mendalami asal-muasal senjata yang mereka pakai untuk menyerang aparat. Senjata itu mulai dari senjata tajam, benda keras, benda tumpul, bom melotov hingga anak panah yang dilumuri racun ujungnya. Diyakini kuat kalau para perusuh ini memang berniat melakukan penyerangan dan perusakan. Para perusuh sebab baru keluar dini hari bukan saat unjuk rasa terjadi.
"Ya mereka mulai gerakannya itu pada pukul 02.00WIB dini hari dan sudah mempersiapkan alat-alat untuk melakukan penyerangan. Mereka melakukan perlawanan terhadap petugas dan sasarannya sudah jelas bahwa ini adalah petugas termasuk properti milik kepolisian dan juga asrama," tuturnya.
Photo
Bus polisi rusak dan dibakar perusuh di wilayah Kemanggisan, Jakarta Pusat. (DeryRidwansah/JawaPos.com)
Polisi menyebut keempat perusuh 21-22 Mei yang merusak mobil Brimob merupakan komplotan preman. Mereka diduga dibayar untuk membuat onar. "Ada beberapa kelompok ya ada yang preman tapi yang lain sedang kita dalami. Memang sudah direncanakan semua itu fix perusuh semua dan juga dibayar," ucapnya.
Hengki menambahkan pihaknya sudah melakukan profiling atas peran-peran mereka dalam kerusuhan 21-22 Mei. "Kemarin kita lakukan rekonstruksi untuk mengetahui Peran masing-masing di mana posisi apa yang dilakukan dan sebagainya," katanya
Tapi, Hengki mengaku belum bisa membeberkan apa saja peran-peran keempatnya. Pasalnya bukan hanyak keempat orang itu, pihaknya sampai sekarang belum rampung memilah peran-peran ratusan perusuh yang telah diciduk. "Karena ini sebagian besar dari luar tapi ada juga yang dari Jakarta sementara kita tangkap yang Jakarta untuk tahu indikasinya bagaimana," ucap dia lagi.
Polres Metro Jakarta Barat trlah menciduk sebanyak 189 perusuh itu. Dimana empat diantaranya yang baru diciduk pada 30 Mei 2019 kemarin merupakan pelaku perusakan terhadap mobil milik Brimob.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
