
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) bersama Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji meninjau langsung latihan Armada Jaya XXXVIII di Pusat latihan pertempuran Korps Marinir Blauran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (13/7) foto Hariyanto Teng/Jawa Pos
JawaPos.com - TNI memiliki pasukan elite baru. Kemarin (30/7) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI resmi berdiri. Tugasnya berkaitan langsung dengan penanggulangan terorisme.
Landasan pembentukan Koopssus TNI sebagai badan pelaksana pusat Mabes TNI adalah Perpres 42/2019 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Panglima TNI 19/2019. Koopssus TNI berada langsung di bawah panglima yang bisa digerakkan atas perintah presiden.
Komandan Koopssus TNI diisi perwira tinggi bintang dua promosi. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menunjuk Brigjen TNI Rochadi yang sebelumnya bertugas sebagai direktur A Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Bermarkas di Mabes TNI, Jakarta Timur, Koopssus TNI dilahirkan sebagai bentuk baru dari Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI. Saat era Panglima TNI Moeldoko, organisasi itu sempat hadir. Namun, kemudian hilang. Nah, kemarin Hadi menghidupkan kembali dengan bentuk baru.
Photo
Anggota Densus 88 Antiteror ketika melakukan penanganan kasus terorisme. (Jawa Pos Photo)
Hadi tidak mengelak adanya kesamaan tersebut. Dia menyatakan bahwa Koopssus TNI sama dengan Koopssusgab TNI. ''Saat itu belum ada UU-nya. Sekarang sudah ada UU-nya, keppres, dan perpresnya untuk pembentukan Koopssus TNI,'' terangnya.
Selain nama yang mirip, prajurit yang mengawaki Koopssus TNI serupa dengan Koopssusgab TNI. Yakni, satuan khusus dari tiga matra TNI: Kopassus (TNI-AD), Denjaka (TNI-AL), dan Paskhas (TNI-AU).
Hadi menyatakan, tugas Koopssus adalah menanggulangi terorisme, baik di dalam maupun luar negeri. ''Yang mengancam ideologi, kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia,'' terang Hadi.
Meski tidak terperinci, Hadi menuturkan, jumlah personel pendukung dalam Koopssus TNI sebanyak 400 prajurit. Sementara itu, tim yang khusus dipakai sebagai penindak satu kompi. Jika ditotal, jumlahnya sekitar 500 personel. Sebagian besar di antaranya masuk tim penangkal. ''Intelijen 80 persen. Kami laksanakan surveillance atau observasi jarak dekat,'' bebernya. Sisanya, 20 persen, merupakan tim penindak.
Hadi memastikan bahwa Koopssus TNI akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Densus 88 Antiteror yang bergerak di bawah Mabes Polri.
Menyikapi terbentuknya Koopssus TNI, Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mempertanyakaan keterlibatan TNI dalam upaya penanggulangan terorisme. Sebab, selama ini keterlibatan TNI sebatas perbantuan apabila dibutuhkan Polri.
''Jika satuan ini digunakan untuk mendukung upaya penanggulangan terorisme, dalam situasi seperti apa kekuatannya akan digelar dan digerakkan,'' katanya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
