
PILPRES: CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh saat dijumpai usai forum Pikiran, Akal, dan Nalar di Hotel Grand Arkenso, Kota Semarang, Rabu (13/3).
JawaPos.com - CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mencatat sejumlah permasalahan yang paling mendesak untuk diatasi kandidat calon presiden (capres) salah satunya Pemilu 2024 dilaksanakan di tengah kesulitan hidup seperti hasil survei di 78 daerah pemilihan (dapil).
Namun dia memaklumi kondisi tersebut karena merupakan pemilu pertama setelah wabah pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
"Ini data 78 survei Dapil yang diagregasi. Pertanyaannya kurang lebih begini, di tempat Ibu/Bapak/saudara tinggal masalah apakah yang paling mendesak untuk diatasi?" kata Eep dalam acara rilis survei "Peta Kompetisi Menuju Pilpres 2024 di Jakarta, Kamis, (30/3).
Dia menjelaskan jawaban yang paling banyak disebutkan para responden adalah kemiskinan dengan persentase sekitar 35,7 persen dari 62.480 responden. Karena itu menurut dia, isu pertama menjelang Pemilu 2024 yang harus diperhatikan kandidat capres 2024 adalah kemiskinan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin pada September 2022 sebesar 26,36 juta orang atau meningkat 0,20 juta orang terhadap Maret 2022 dan menurun 0,14 juta orang terhadap September 2021. Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2022 sebesar 7,50 persen atau naik menjadi 7,53 persen pada September 2022.
"Banyaknya warga yang berada di bawah garis kemiskinan," ujar Eep.
Dia menjelaskan permasalahan kedua adalah harga-harga kebutuhan pokok yang terus meningkat dengan persentase sebanyak 31,7 persen. Ketiga, masyarakat memilih korupsi harus diatasi mencapai 9 persen.
Permasalahan keempat menurut Eep, masih sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan persentase 8,1 persen.
"Kalau kita diminta menyebutkan empat isu pokok dalam pemilu 2024 maka bisa kita sebutkan dengan meyakinkan bahwa inilah empat isu pokok itu," katanya.
Eep juga menilai, ada juga masalah lainnya seperti penegakan hukum sebanyak 3,5 persen. Para responden juga mengaku mengalami kesulitan hidup, karena 65,5 persen pemilih mengungkapkan mereka dan anggota keluarganya menurun pendapatan dan penghasilannya.
Dijelaskannya, ada 48,6 persen responden mengaku keadaan ekonomi dirinya sehari-hari dan keluarganya memburuk. Adapun 29,6 persen dari responden atau pemilih mengaku bahwa dirinya atau keluarganya kehilangan pekerjaan.
"Menurun pendapatan, memburuk ekonomi keluarga, dan hilangnya pekerjaan adalah tiga isu yang sangat menonjol menjelang Pemilu 2024. Ini bukan hanya isu yang tergambar secara nasional namun juga bisa terpetakan dengan sangat mudah menyangkut masing-masing wilayah dari Sumatera Bagian Utara sampai ke Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua," ujarnya.
Survei PolMark Indonesia dilakukan pada 23 Januari-19 Maret 2023 di 77 daerah pemilihan. Survei juga sebelumnya telah dilakukan pada 26 Oktober-3 November 2022. Secara keseluruhan, survei ini digelar di 78 dapil dengan melibatkan 62.480 responden dalam survei tersebut.
Responden yang diwawancarai pun tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error -+0,4 persen.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
