
Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan penanaman jagung bersama petani di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (28/3). Humas Setwapres
JawaPos.com–Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, saat ini bangsa Indonesia memasuki masa endemi Covid-19. Di antara agenda besar menyambut masa endemi adalah memaksimalkan upaya pemulihan ekonomi nasional. Di antaranya dengan meningkatkan bidang pertanian di pedesaan.
Upaya pemulihan ekonomi memasuki masa endemi Covid-19 itu disampaikan Ma’ruf di sela penanaman jagung di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (28/3). Penanaman Jagung itu dalam rangka program integrated farming. Penanaman jagung tersebut dilakukan dengan istilah tumpang sisip. Benih jagung ditanam di antara pohon jati.
Total lahan penanaman jagung secara tumpang sisip itu mencapai 52 hektare di lahan Perhutani. Khusus untuk jagung, diperkirakan bakal menghasilkan nilai panen hingga Rp 450 juta pada Juni–Juli.
’’Memasuki masa endemi, pemerintah upayakan pemulihan ekonomi nasional. Dengan menggerakkan ekonomi pedesaan, khususnya pertanian,’’ kata Ma’ruf.
Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 begitu besar. Sehingga kegiatan pertanian untuk menunjang pemulihan ekonomi dilakukan dengan produktivitas yang lebih besar.
Di antaranya dengan memadukan pertanian dengan teknologi atau dia sebut sebagai digitalisasi pertanian. Di Provinsi Jawa Barat sudah mulai dikembangkan pemberian pupuk dikontrol melalui ponsel. Begitupun dengan memberikan pakan ternak lele sampai membuang kotoran ayam, juga dilakukan secara jarak jauh melalui ponsel.
Ma’ruf mengakui, upaya digitalisasi pertanian terbentur dengan infrastruktur internet. Masih banyak desa dengan potensi pertanian, tetapi belum terjangkau internet.
Dia mengatakan pemerintah berupaya memberikan layanan internet sampai ke desa-desa. Targetnya pada 2023, sebanyak 83 ribu desa sudah terjangkau internet.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, potensi pertanian di Jawa Barat sangat besar. Salah satu survei internasional menyebutkan Jawa Barat masuk dalam 10 besar tanah subur di dunia. ’’Intinya bisa menanam apa saja,’’ tutur Ridwan Kamil.
Pria yang akrab disapa RK itu menyampaikan, beberapa persoalan di sektor pertanian. Di antaranya adalah ketersediaan lahan.
Ridwan Kamil menuturkan, banyak lahan dengan status kepemilikan korporasi swasta dan BUMN. Padahal lahannya banyak yang nganggur.
Dia berharap pemerintah pusat bisa memberikan solusi supaya lahan-lahan yang nganggur milik korporasi itu bisa diolah kelompok tani maupun kalangan pesantren setempat.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
