
Umat Islam saat melakukan ibadah Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/8/2021). Masjid Istiqlal kembali menggelar Salat Jumat Salat setelah sebelumnya sempat ditutup sejak akhir bulan Juni lalu akibat pengetatan PPKM. Foto: Dery Ridwansah/
JawaPos.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanggulangan Bencana dan Kesehatan, M Sodikun menilai, pandemi Covid-19 telah membawa ketidaknormalkan dalam banyak aktivitas masyarakat. Dia berpandangan harus ada strategi khusus yang diterapkan.
Hal itu ia sampaikan dalam webinar MUI-Direktorat Jenderal IKP Kominfo dengan tema Keseimbangan Pemulihan Ekonomi Dan Penanganan Kesehatan Di Tengah Pandemi, pada Rabu (27/10).
Sodikun mengambil contoh ibadah berjamaah di rumah ibadah. Jika digelar untuk kebaikan masyarakat maka boleh menggunakan masker, atau menjaga jarak selama ibadah berlangsung. "Kalau dinilai aman, ya boleh-boleh saja (ibadah berjamaah)," kata Sodikun.
Meski demikian, warga harus tetap waspada terhadap penularan Covid-19. Salah satunya, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Maka kedisiplinan prokes adalah suatu keharusan, suatu keniscayaan," jelasnya.
Dia juga berpesan, semua harus bersama dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini. Mengingat penanganan pandemi tidak bisa dilaksanakan seorang diri.
"Agar seluruh anak bangsa ini bersama-samalah kita, agar masalah yang complicated itu tidak bisa hadir sendiri, sangat mustahil ya. Oleh karena itu bangunan kerja sama ini harus kita kuatkan," ungkap Sodikun.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI, Bayu Wahyudi meminta warga tetap patuh terhadap segala aturan terkait pandemi Covid-19. Termasuk melakukan isolasi mandiri jika terpapar. "Jadikan momentum taffakur dengan Allah," kata dia.
Di kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI, M Nashih Nasrulloh mengatakan, ketaatan protokol kesehatan dan mengikuti aturan yang ditentukan pemerintah menjadi kuncinya menghadapi pandemi.
"Bagaimana ekonomi kita bangkit setidaknya ada dua kunci. Yang pertama bagaimana kita taat upaya untuk menjaga diri sendiri dengan ketaatan kita untuk menaati kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," kata Nashih.
Dirinya berkeyakinan bahwa, keputusan pemerintah tidak ada yang untuk mencelakakan orang banyak. "Jadi keputusan pemerintah tidak ada untuk mencelakai rakyatnya, dalam konteks protokol kesehatan baik di ruang publik maupun rumah ibadah," pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
