Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juli 2022 | 21.43 WIB

KSP Ingatkan Guru Agama Waspadai Wabah Intoleransi dan Radikalisme

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat bertemu pengurus DPP Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (27/7). (Istimewa) - Image

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat bertemu pengurus DPP Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (27/7). (Istimewa)

JawaPos.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan pentingnya guru agama dalam mewaspadai wabah intoleransi dan radikalisme di sekolah. Terlebih, beberapa hasil survei sebelumnya menyebutkan, siswa rentan terpapar paham radikalisme dan melakukan aksi-aksi intoleran.

“Ini harus diwaspadai bersama, terutama oleh para Guru agama yang punya posisi strategis sebagai ujung tombak dalam moderasi beragama melalui pembelajaran dan pendidikan agama secara komprehensif,” kata Moeldoko saat bertemu pengurus DPP Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (27/7).

Moeldoko menegaskan, pendidikan keagamaan jangan terjebak pada doktrin dan simbol yang bersifat normatif. Namun, harus mengakomodasi substansi agama itu sendiri dalam perspektif yang universal, seperti ajaran tentang toleransi, kebaikan, akhlak budi pekerti, dan kejujuran.

Sehingga, pola pikir anak didik semakin terbuka terhadap ideologi dan komitmen beragama.

“Pembelajaran yang normatif ditambah dengan doktrin-doktrin keagamaan yang tak terkontrol, dapat membuat cara pikir satu arah. Sehingga anak didik tidak mau menerima masukan, bahkan perbedaan,” ujar Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini juga menyebut, sekolah menjadi lembaga publik yang sangat tepat untuk menjelaskan apa makna serta pentingnya kemajemukan dan tenggang rasa antar sesama. Sebab, di sekolah pola pikir sekaligus pola interaksi anak yang heterogen itu mulai hadir dan terbentuk.

“Sekolah menjadi ruang strategis untuk membentuk mental bagi tumbuhnya watak keberagaman yang kuat. Ini yang harus dijaga,” pesan Moeldoko.

Sementara itu, Ketua Umum DPP AGPAII Mahnan Marbawi mengungkapkan, isu-isu nasionalisme, ideologi Pancasila dan moderasi beragama menjadi fokus APGAII dalam pengembangan dan penguatan peran guru agama di Indonesia. Terlebih, dalam konteks lokal sekolah, guru agama merupakan panutan.

“Untuk memperkuat peran strategis guru agama dalam moderasi beragama kami (APGAII) sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Salah satunya dalam bentuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan,” pungkas Mahnan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore