
Menag Nasaruddin Umar (tengah) saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10) (Dok Kemenag)
JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan apresiasi buat pemimpin Indonesia saat ini, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sebab di era Prabowo-Gibran, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dibentuk di bawah naungan Kementerian Agama.
Menurut Nasruddin, keberadaan Ditjen Pesantren di Kemenag merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa Indonesia. Ia mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren merupakan realisasi dari usulan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.
Persetujuan bahkan datang langsung dari Presiden Prabowo dan mendapat dukungan penuh dari DPR. Tidak hanya itu, penganggarannya juga didukung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sehingga proses pembentukan Ditjen Pesantren Kemenag yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 berjalan lancar.
Nasaruddin menyampaikan penguatan kelembagaan pesantren merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama. Melainkan juga membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat.
”Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” ucap Nasaruddin dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (22/10).
Menteri yang juga imam besar Masjid Istiqlal itu menekankan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Khususnya dalam hal kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut kini diandalkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun kepemimpinan nasional yang berintegritas.
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan kontribusi pesantren tidak hanya relevan dalam sejarah perjuangan bangsa, melainkan juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, keberadaan Ditjen Pesantren Kemenag diharapkan memperkuat perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang selama ini turut menopang pembangunan generasi bangsa.
Dalam keterangan yang sama, Nasaruddin menepis anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning. Menurutnya, pesantren dan madrasah kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022