
Jubir KPK Budi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui terdapat dugaan keterlibatan TNI aktif, dalam pengusutan kasus dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal itu dilakukan melalui koordinasi dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk mendalami dugaan keterlibatan oknum anggota TNI aktif.
"KPK juga berkoordinasi secara intensif dengan Puspom TNI karena memang dalam konstruksi perkara ini ada dugaan keterlibatan oknum TNI aktif, sehingga nanti kita bisa bersama-sama dalam proses penyidikan berikutnya," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/10).
Budi menegaskan, komunikasi antara KPK dan Puspom TNI telah berlangsung sejak awal penanganan perkara. KPK juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Puspom TNI dalam mendukung proses penegakan hukum.
Sementara itu, mengenai rencana pemanggilan pihak-pihak yang diperlukan untuk kepentingan penyidikan, termasuk saksi dari unsur TNI, KPK belum menyampaikan jadwal secara terperinci. Perkembangan mengenai pemanggilan tersebut akan diinformasikan setelah ada kepastian lebih lanjut.
"Nanti ke depan seperti apa pemanggilan para pihak, itu juga nanti kami akan sampaikan update-nya," tegasnya.
Dalam pengusutan kasus ini, penyidik telah menggeledah delapan lokasi, mulai dari rumah para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka hingga kantor BNPB. Lokasi penggeledahan tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan adalah kantor BNPB.
Dalam rangkaian penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara. Barang bukti tersebut mencakup dokumen, perangkat elektronik, uang, serta tiga unit kendaraan roda empat.
Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci identitas pemilik ketiga mobil yang disita. Budi hanya memastikan bahwa kendaraan tersebut diamankan dari salah satu tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan di BNPB.
"Dari salah satu tersangka," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022