Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 03.28 WIB

Kemenag Gandeng Kemnaker Latih Santri dan Alumni Pesantren untuk Tambah Kemampuan

Dirjen Pesantren Kemenag Basnang Said menjelaskan kerja sama dengan Kemnaker untuk melatih santri dan alumni pesantren. (Kemenag)  - Image

Dirjen Pesantren Kemenag Basnang Said menjelaskan kerja sama dengan Kemnaker untuk melatih santri dan alumni pesantren. (Kemenag) 

JawaPos.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melatih santri dan alumni pesantren untuk menambah kemampuan.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui skema Tailor Made Training (TMT) yang dikembangkan Kemnaker melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. 

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kemenag Basnang Said, program tersebut merupakan bagian dari Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Stimulus Ekonomi Semester II Tahun Anggaran 2026.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperluas manfaat program pemerintah bagi pesantren. 

”Pesantren tidak hanya memiliki fungsi pendidikan dan dakwah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kita perlu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga agar potensi pesantren, santri, dan alumninya dapat dikembangkan secara optimal,” terang Basanang pada Rabu (8/10). 

Basnang menyampaikan bahwa akses terhadap pelatihan vokasi menjadi penting agar santri memiliki bekal keterampilan dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Keterampilan itu bisa menjadi modal untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau mengembangkan unit usaha yang telah dimiliki oleh pesantren.

”Harapannya santri tidak hanya memiliki bekal keilmuan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Dengan begitu, pesantren semakin kuat dalam menjalankan fungsi pemberdayaannya,” imbuhnya.

Menambahkan keterangan Basnang, Direktur Pemberdayaan Pesantren Kemenag Yusi Damayanti menjelaskan, skema TMT punya keunggulan karena pelatihan disusun berdasar kebutuhan mitra.

Sehingga pesantren bisa mengidentifikasi potensi dan kebutuhan di lingkungannya dan mengusulkan jenis pelatihan yang sesuai.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore