
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)
JawaPos.com - Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama 25 jam resmi berakhir.
Kendati demikian, tingkat kegempaan di gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut dicatat masih sangat tinggi, sehingga statusnya bertahan di Level III (Siaga).
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Peringatan ini dikeluarkan langsung oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mengantisipasi ancaman bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengonfirmasi bahwa rentetan letusan tanpa henti yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB telah terhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Aktivitas kini bergeser ke pola letusan ringan berkala.
"Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam. Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut," ujar Lana Saria di Bandung, Senin (7/9).
Data menunjukkan aktivitas vulkanik di dalam perut gunung belum sepenuhnya mereda. Pemantauan instrumental sepanjang periode 6–7 September 2026 mencatat adanya frekuensi kegempaan yang tergolong intensif.
Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi, Potensi Erupsi Susulan
Berdasarkan data Pos Pengamatan, tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, serta 98 kali gempa hybrid/fase banyak.
Selain itu, terekam pula empat kali gempa tremor menerus dan satu kali gempa vulkanik dangkal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022