Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 04.15 WIB

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, tapi Gempa Vulkanik Masih Tinggi

Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG) - Image

Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)

JawaPos.com - Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama 25 jam resmi berakhir. 

Kendati demikian, tingkat kegempaan di gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut dicatat masih sangat tinggi, sehingga statusnya bertahan di Level III (Siaga).

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung. 

Peringatan ini dikeluarkan langsung oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mengantisipasi ancaman bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengonfirmasi bahwa rentetan letusan tanpa henti yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB telah terhenti pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Aktivitas kini bergeser ke pola letusan ringan berkala.

"Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam. Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut," ujar Lana Saria di Bandung, Senin (7/9).

Data menunjukkan aktivitas vulkanik di dalam perut gunung belum sepenuhnya mereda. Pemantauan instrumental sepanjang periode 6–7 September 2026 mencatat adanya frekuensi kegempaan yang tergolong intensif.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi, Potensi Erupsi Susulan

Berdasarkan data Pos Pengamatan, tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, serta 98 kali gempa hybrid/fase banyak. 

Selain itu, terekam pula empat kali gempa tremor menerus dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore