Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 23.47 WIB

Bekali 1.482 Penyuluh Pencegahan dan Penanganan Karhutla, TNI Tekankan Sebagai Misi Kemanusiaan

Pati Sahli Tingkat III Bidang Bantuan Kemanusiaan Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, saat memberikan pembekalan kepada personel yang disiapkan sebagai penyuluh penanganan karhutla di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim. (Puspen TNI) - Image

Pati Sahli Tingkat III Bidang Bantuan Kemanusiaan Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, saat memberikan pembekalan kepada personel yang disiapkan sebagai penyuluh penanganan karhutla di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim. (Puspen TNI)

JawaPos.com - TNI menyiapkan 1.482 personel penyuluh untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ribuan penyuluh itu dikerahkan untuk mengedukasi masyarakat secara langsung.

Sebelum bertugas di daerah terdampak karhutla, para prajurit itu sudah mendapat pembekalan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur sejak 25–31 Agustus 2026.

Para prajurit yang berasal dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Sesko TNI, Seskoad, Seskoal, dan Seskoau tersebut mendapat pembekalan dari sejumlah perwira tinggi (pati) TNI.

Diantaranya Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Aang Gunawan, Marsda TNI Esron Sahat B. Sinaga, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, Laksda TNI Donny Suharto, serta Brigjen TNI (Mar) Nioko Budi.

”Melalui pembekalan itu, tim penyuluh TNI diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi dan pencegahan karhutla di wilayah tugas masing-masing, mendorong penerapan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), serta memperkuat koordinasi dan respons cepat apabila ditemukan titik asap atau potensi kebakaran,” ungkap Tim Pembekalan Pati Sahli Panglima TNI dalam keterangan resmi pada Selasa (1/9).

Pembekalan yang berlangsung selama kurang lebih 7 hari itu memang ditujukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kesiapan personel dalam memberikan edukasi dan menyampaikan informasi secara akurat, efektif, serta terkoordinasi.

Dalam keterangan yang sama, Tim Pembekalan Pati Sahli Panglima TNI menekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya berkaitan dengan prosedur penanggulangan kebakaran, melainkan juga menyentuh dimensi kemanusiaan. Sebab, langkah-langkah yang diambil menyangkut perlindungan masyarakat, lingkungan, dan sumber daya hutan.

Tim tersebut juga menekankan pentingnya kemampuan mendeteksi potensi kebakaran sejak awal. Hal itu dibarengi dengan mekanisme pelaporan dan respons cepat dengan tujuan memastikan setiap potensi kebakaran bisa segera ditangani sebelum berkembang lebih luas.

”Deteksi dini, pencegahan sejak dini, lapor cepat, dan quick reaction dalam menangani karhutla secara terpadu merupakan kunci untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan sumber daya hutan Indonesia,” lanjut Tim Pembekalan Pati Sahli Panglima TNI.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore