Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 17.35 WIB

BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Terbanyak di Manggarai Timur 

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). (Dok. BNPB) - Image

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). (Dok. BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pendataan rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.

Proses pendataan dilakukan bersamaan dengan penanganan warga pada masa tanggap darurat. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pendataan kerusakan menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terdampak secara cepat sekaligus mempersiapkan penanganan pada tahap berikutnya.

Menurut Berton, hasil pendataan juga digunakan untuk memperkirakan jumlah tenaga enumerator yang dibutuhkan. Para petugas tersebut nantinya bertugas melakukan verifikasi dan validasi kondisi rumah secara langsung di lapangan.

Untuk rumah yang masuk kategori rusak berat, data tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya," kata Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23/8).

BNPB telah mengerahkan tim untuk melakukan pendataan kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Data yang diperoleh selanjutnya akan melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (22/8), tercatat sebanyak 53.971 rumah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri dari 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rumah rusak sedang, dan 23.188 rumah rusak ringan.

Berton menekankan, angka tersebut belum bersifat final. Seluruh data masih harus melewati proses verifikasi dan validasi sebelum dapat ditetapkan sebagai data resmi kerusakan.

"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan," ujarnya.

BNPB juga telah memiliki data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, proses input data di Kabupaten Manggarai masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari mendatang.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore