
Dari pengalaman Tony Soemarno dan Mariane Ka'awoan, luka dapat menjadi kekuatan untuk menyuarakan perdamaian. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemulihan penyintas terorisme membutuhkan perjalanan panjang. Luka yang ditinggalkan aksi teror tidak berhenti pada cedera fisik, tetapi juga menyentuh kondisi psikologis dan kehidupan sosial korban.
Tony Soemarno, penyintas Bom Hotel J.W. Marriott 2003, merasakan langsung beratnya proses tersebut. Namun, dukungan yang diterimanya membantu Tony menemukan cara untuk berdamai dengan pengalaman masa lalu.
“Awalnya sangat sulit untuk bangkit,” kata Tony dalam Talkshow “Dari Luka Menjadi Kekuatan: Negara Hadir, Penyintas Bangkit” di The Tribrata, Jakarta.
Tony kemudian memilih memaafkan pelaku. Baginya, keputusan tersebut menjadi titik balik untuk menjalani kehidupan dengan lebih damai. “Saya memilih untuk saling memaafkan dan tidak ingin menyimpan dendam,” ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, Tony mulai melihat dirinya sebagai seseorang yang dapat mengubah pengalaman pahit menjadi pesan perdamaian.
Dengan pendampingan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pengalaman hidupnya dituangkan dalam buku The Power of Forgiveness.
Tony bahkan mendatangi lembaga pemasyarakatan untuk bertemu dengan narapidana terorisme.
Langkah itu dilakukan untuk menyampaikan pesan bahwa pengalaman traumatis tidak harus berujung pada kebencian. “Pelaku teror pun manusia yang bisa berbuat salah,” tutur Tony.
Pengalaman Tony menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi penyintas setelah sebuah aksi teror terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022