Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 00.06 WIB

Hilirisasi Kelapa Digenjot, Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Halmahera Utara Butuh Pembenahan

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat doorstop dengan wartawan usai Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi di Provinsi Maluku Utara, di Ternate, Maluku Utara, Jumat (21/8). (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat doorstop dengan wartawan usai Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi di Provinsi Maluku Utara, di Ternate, Maluku Utara, Jumat (21/8). (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com – Pemerintah mendorong hilirisasi komoditas kelapa di kawasan transmigrasi Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru. 

Namun, pengembangan industri tersebut masih menghadapi pekerjaan rumah berupa penguatan infrastruktur dan konektivitas untuk mendukung produksi serta pasokan dari masyarakat.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan Pemerintah tengah memetakan kebutuhan infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas ekonomi kawasan transmigrasi. Untuk jalan usaha tani dan jalan produksi, misalnya, Kementrans akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

“Jadi nanti lebih kolaboratif, lebih sinergis, dan tidak ada tumpang tindih program antar kementerian,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi di Provinsi Maluku Utara, di Ternate, Maluku Utara, Jumat (21/8).

Viva mengatakan pola tersebut diharapkan dapat membuat kawasan transmigrasi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi.

“Jadi dengan demikian, kita akan berupaya agar proses untuk pengembangan ekonomi, untuk peningkatan kesejahteraan sosial itu bisa meningkat,” kata Viva.

Ciptakan Efek Ganda Masyarakat

Menurut dia, keberadaan industri di kawasan transmigrasi diharapkan menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai lokasi produksi, kawasan transmigrasi juga harus mampu menjadi sumber bahan baku bagi industri sekaligus membuka kesempatan kerja.

“Dan itu juga akan bisa mendatangkan pekerjaan lapangan pekerjaan yang baru, kemudian menyerap tenaga kerja, kemudian pengembangan ekonomi daerah, dan juga meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Salah satu contoh yang telah berjalan yakni investasi PT Natural Indococonut Organik (NICO) di Halmahera Utara, usaha yang bergerak pengolahan kelapa menjadi sejumlah produk turunan dan melakukan ekspor.

Investasi perusahaan tersebut di Halmahera Utara sendiri disebut mencapai Rp6 triliun. Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara E.J. Papilaya mengatakan investasi tersebut saat ini telah menyerap sekitar 4.200 tenaga kerja.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore