
Suasana sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Panitia penyelenggara Sidang Bersama Tahunan MPR-DPR-DPD 2026 memutuskan hanya akan menghadirkan lagu-lagu nasional dan daerah dalam rangkaian acara. Kebijakan tersebut diambil agar kejadian anggota dewan terlihat berjoget ketika lagu populer diputar tidak terulang. Sehingga suasana persidangan tetap khidmat sekaligus menjadi bagian dari evaluasi atas pelaksanaan sidang pada tahun sebelumnya.
Diketahui pada Sidang Tahunan MPR 2025 sejumlah anggota dewan terlihat berjoget ketika lagu populer diputar setelah agenda utama berakhir. Momen tersebut kemudian menuai sorotan publik dan menjadi salah satu peristiwa yang ikut memicu kritik berujung gelombang demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma, mengatakan panitia telah mengevaluasi pelaksanaan sidang tahun lalu. Salah satu hasil evaluasi tersebut adalah tidak lagi memutar lagu-lagu yang berpotensi mendorong peserta untuk berjoget.
"Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan (putar lagu-lagu memancing joget)," kata Mahyu Darma di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8).
Selain pemilihan lagu, lanjutnya, panitia juga menyiapkan dekorasi gedung dengan konsep yang lebih sederhana. Menurut Mahyu, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat nuansa kenegaraan dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan secara khidmat.
"Sehingga, itu evaluasi kami, sehingga acara tersebut hikmat, hikmat terhadap pelaksanaannya semua," jelasnya.
Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa pelaksanaan Sidang Tahunan MPR 2026 akan diupayakan berlangsung lebih khidmat. Ia menyebut, para anggota dewan telah melakukan introspeksi dan akan menjaga sikap selama mengikuti seluruh rangkaian agenda.
Meski demikian, Puan menilai suasana bahagia tetap diperlukan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang tahun ini memasuki usia ke-81. Ia juga menekankan, aksi berjoget pada sidang tahun sebelumnya berlangsung secara spontan ketika agenda pidato Presiden telah selesai.
"Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan. Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai," ungkap Puan.
Lebih lanjut, Puan menyebut jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang. Mereka terdiri atas 732 anggota DPR dan DPD, serta mantan presiden dan wakil presiden, jajaran kabinet, tamu VIP, termasuk para duta besar negara sahabat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
