
Petugas BKSDA Sumbar mengevakuasi Harimau Sumatera di Wilayah Agam pada Rabu (12/8). (BKSDA Sumbar)
JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap alasan memasang box trap Harimau Sumatera di Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam. Tindakan itu terpaksa dilakukan karena satwa dilindungi itu memakan ternak warga dan aktivitasnya semakin dekat ke sekolah.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi menyampaikan bahwa pada Senin (10/8), BKSDA Sumbar mendapat laporan dari warga. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa Harimau Sumatera telah menyantap 2 ekor kambing milik warga di Nagari Pasia Laweh.
”Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” ucap Ristianto pada Kamis (13/8).
Hasil verifikasi lapangan mendapati pergerakan seekor Harimau Sumatera. Temuan itu diperkuat karena petugas melihat secara langsung bangkai kambing dengan bekas luka gigitan di leher. Kemudian bangkai kambing lain yang diseret ke dalam semak-semak hingga hanya menyisakan 2 kaki bagian depan.
Petugas semakin bulat memasang box trap karena lokasi tersebut berada sangat dekat dengan pemukiman warga. Bahkan jarak dari titik aktivitas Harimau Sumatera dengan sekolah hanya berkisar 50-100 meter. Yakni 50 meter dari SDN 10 Palimbatan dan 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh.
Sebagai langkah antisipasi, BKSDA Sumbar memasan box trap atau kotak perangkap pada Selasa (11/8). Hasilnya, pada hari yang sama seekor Harimau Sumatera masuk dalam perangkap tersebut. Setelah itu, pada Rabu (12/8), berlangsung proses evakuasi.
”Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa,” kata Ristianto.
Setelah berhasil dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan kepada lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim medis dan dokter hewan untuk memastikan kondisi kesehatan satwa sebelum ditentukan langkah penanganan konservasi selanjutnya.
Kemenhut pun menjelaskan bahwa penanganan cepat konflik Harimau Sumatera di Agam tidak hanya diarahkan untuk merespons kejadian setelah konflik dengan masyarakat terjadi, melainkan juga untuk memperkuat sistem deteksi dini, respons lapangan, edukasi masyarakat, serta penanganan satwa secara terukur.
Pemasangan box trap di Palupuh menjadi salah satu langkah mitigasi untuk mengurangi risiko interaksi berulang antara Harimau Sumatera dengan masyarakat. Apalagi lokasi kejadian berdekatan dengan sekolah dan fasilitas umum yang digunakan oleh masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022