
Petugas BKSDA Sumbar mengevakuasi Harimau Sumatera di Wilayah Agam pada Rabu (12/8). (BKSDA Sumbar)
JawaPos.com - Pemasangan box trap atau kotak perangkap Harimau Sumatera di Nagari Pasia Laweh, Kabupaten Agam, terpaksa dilakukan oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar). Meski kerap berkonflik dengan masyarakat, kelestarian satwa dilindungi itu tetap dijamin.
Hartono sebagai kepala BKSDA Sumbar menegaskan hal itu. Dia menyampaikan bahwa pihaknya memasang box trap di Agam setelah mendapat laporan dari masyarakat telah terjadi konflik dengan Harimau Sumatera. Satwa liar itu memasuki area pemukiman warga dan memasang beberapa ekor hewan ternak.
”Kami dari BKSDA (Sumbar) menerima laporan terkait dengan adanya interaksi negatif antara satwa Harimau (Sumatera) dengan masyarakat,” kata dia pada Kamis (13/8).
Menurut Hartono, interaksi negatif atau konflik itu memang sudah meningkat sejak beberapa bulan belakangan. Terakhir, Harimau Sumatera masuk wilayah Nagari Pasia Laweh. Kemudian memangsa beberapa hewan ternak dan beraktivitas tidak jauh dari sekolah.
”Jaranya hanya 50 meter kurang lebih dari lokasi sekolah dasar, kemudian kurang lebih 100 meter itu dari sekolah menengah pertama yang ada di sekitar TKP,” ujar Hartono.
Karena itu, BKSDA Sumbar mengirimkan tim untuk melakukan verifikasi sebelum akhirnya memasang box trap. Hartono menekankan bahwa pemasangan box trap merupakan alternatif terakhir yang dipilih oleh instansinya. Langkah itu mau tidak mau harus diambil.
”Karena memang situasi yang mengharuskan kami dari BKSDA memasang box trap, makanya kami putuskan pasang box trap pada lokasi kemunculan Harimau di lokasi yang sudah intensitasnya sangat luar biasa,” terang dia.
Selain memasang box trap, Hartono memastikan turut dilakukan edukasi kepada masyarakat. Bahwa satwa liar seperti Harimau Sumatera dilindungi. Sehingga perlakuannya harus sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku. Tujuannya tidak lain untuk menjaga kelestarian satwa tersebut.
”Kami juga menginginkan masyarakat yang melakukan aktivitas aman dan nyaman dan kami juga menjaga keselamatan daripada Harimau yang ada di lokasi. Makanya kami memutuskan memasang box trap di lokasi kemunculan Harimau,” terang dia.
Harimau Sumatera dari Agam Dititipkan ke Lembaga Konservasi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
