
Petugas gabungan bahu membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (26/3). (BPBD Kabupaten Simalungun)
JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun ini. Langkah tersebut dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi El Nino dengan intensitas sangat kuat pada periode Agustus hingga Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan Raja Juli Antoni setelah menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Senin (10/8).
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Pertemuan itu membahas penguatan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla selama periode rawan.
Raja Juli menyatakan, prakiraan BMKG mengenai El Nino dengan kekuatan tinggi harus menjadi perhatian serius. Bahkan, kondisi yang diperkirakan terjadi pada Agustus-Oktober tersebut disebut memiliki kemiripan dengan fenomena El Nino pada 2015.
“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat. Sering disebut Elnino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan Elnino sama kuatnya dengan Elnino 2015,” kata Raja Juli.
Menurutnya, pengalaman karhutla pada 2015 harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Ketika itu, kebakaran tidak hanya menghanguskan kawasan hutan dan lahan dalam skala luas, tetapi juga menimbulkan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Raja Juli menyebut sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar pada 2015. Bahkan, asap yang ditimbulkan turut mengganggu aktivitas publik, mulai dari operasional bandara hingga kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
“Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang ISPA,” ujarnya.
Karena itu, Raja Juli meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah pencegahan. Ia mengimbau pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha tidak menganggap remeh potensi karhutla yang dapat meningkat seiring kondisi cuaca yang lebih kering.
Dia juga mengingatkan agar praktik pembukaan lahan dengan metode pembakaran tidak dilakukan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan berujung pada persoalan hukum bagi pihak yang melakukannya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
