
Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Penandatanganan Kerja Sama Strategis Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (3/8). (Biro Humas Kemensos)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi mengintegrasikan sistem data penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Langkah ini dilakukan untuk memvalidasi data penerima manfaat agar bantuan jaminan kesehatan nasional tepat sasaran dan makin akuntabel.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait integrasi itu dipimpin Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (3/8).
Kerja sama ini mencakup sejumlah poin penting. Mulai dari integrasi sistem informasi, interoperabilitas data penerima PBI JK, hingga dukungan BPJS Kesehatan terhadap fasilitas kesehatan milik Kemensos.
Agus Jabo menjelaskan, penyatuan data dan sumber daya antar lembaga menjadi kunci utama dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan merata.
"Dengan sinergi antar kementerian dan lembaga, kita dapat menyatukan kebijakan, sumber daya, dan data sehingga respons pemerintah lebih terkoordinasi, kebijakan lebih efektif, serta manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Agus Jabo.
Ia juga berharap kerja sama ini mampu mengoptimalkan fasilitas kesehatan Kemensos, agar warga penerima manfaat dan masyarakat sekitar dapat memperoleh akses jaminan kesehatan yang berkualitas.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan bahwa integrasi data ini sangat krusial untuk membenahi celah administrasi di lapangan.
Salah satu fokus pemadanan data yang disoroti adalah keberadaan penerima PBI JK yang telah memiliki penghasilan sebagai pekerja lepas, namun enggan beralih status kepesertaan.
"Beberapa PBI yang mendapatkan pekerjaan menjadi karyawan lepas itu kadang-kadang pas terima upahnya itu tidak mau dipotong karena dia merasa PBI. Ini bagian-bagian kami yang mungkin kami akan perlu pemadanan data lagi. Sebab, kalau jumlahnya cukup banyak ini bisa membuat penambahan DJS (Dana Jaminan Sosial) kita," terang Prihati.
BPJS Kesehatan menyadari pentingnya kolaborasi multisektoral guna menjaga kelangsungan jaminan kesehatan masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022