
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau pembangunan demplot Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Kelurahan Situmekar, Kota Sukabumi, Jawa Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau pembangunan demplot Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Kelurahan Situmekar, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Program tersebut disiapkan sebagai percontohan penerapan pertanian modern yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Hanif menjelaskan bahwa PMAAS menerapkan sistem budidaya dengan kepadatan tanaman yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Berdasarkan pemaparan penyuluh pertanian, kebutuhan benih dalam sistem ini dapat mencapai sekitar 80 kilogram per hektare sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen.
"PMAAS ini memiliki kelebihan jumlah pohon yang ditanamnya relatif lebih banyak daripada sistem biasa. Untuk satu hektare bahkan sampai 80 kilogram benih yang ditabur. Ini artinya suatu metodologi yang terus ditingkatkan," kata Hanif, Jumat (31/7).
Baca Juga:Hasil Timor Leste vs Timnas Indonesia 0-3 di Piala AFF 2026, Mitchell Baker Kembali Cetak Gol!
Meski Kota Sukabumi memiliki luas wilayah yang terbatas, Hanif menegaskan pemerintah daerah tetap harus memperhatikan aspek ketahanan pangan. Menurutnya, produktivitas padi yang sudah melampaui rata-rata nasional perlu diimbangi dengan perhitungan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang matang agar mampu mengantisipasi berbagai kondisi di masa mendatang.
"Cadangan Pangan Pemerintah harus dihitung dengan detail, seberapa besar jumlah penduduk, seberapa besar petani menghasilkan padi, sisanya harus disiapkan dalam bentuk Cadangan Pangan Pemerintah. Ini untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan di suatu hari nanti," ujarnya.
Hanif menilai, konsep PMAAS memiliki peluang untuk diterapkan lebih luas apabila mampu membuktikan tingkat keberhasilan yang tinggi. Karena itu, pemerintah akan terus mengembangkan demplot sebagai model pertanian modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
"Demplot-demplot ini berdasarkan penjelasan dari BSIP akan terus dikembangkan dan menjadi model utama apabila tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Kita menyambut baik upaya memperkokoh swasembada padi dan beras yang dibangun bersama seluruh jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta didukung para kepala daerah di seluruh Indonesia," ucapnya.
Ia juga menegaskan, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya berfokus pada komoditas padi, tetapi juga mencakup berbagai komoditas pangan lainnya melalui kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, petani, hingga pelaku usaha.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyampaikan bahwa daerahnya terus mendukung program swasembada pangan nasional melalui berbagai inovasi di sektor pertanian, meskipun luas wilayah Kota Sukabumi hanya sekitar 48 kilometer persegi.
Menurut Bobby, pemanfaatan teknologi dalam sistem PMAAS membuat proses penebaran benih menjadi jauh lebih efisien. Dengan teknologi tersebut, sebanyak 85 kilogram benih per hektare dapat ditebar hanya dalam waktu sekitar setengah hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022