Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 00.58 WIB

Komdigi Ungkap Tantangan Serius yang Dihadapi Industri Media Saat Ini

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi Molly Prabawaty. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi Molly Prabawaty. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap tantangan serius yang kini dihadapi industri media di tengah pesatnya perubahan teknologi digital.

Salah satu tantangan utamanya adalah hadirnya fitur AI Overview pada mesin pencari yang mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan berpotensi berdampak negatif terhadap industri media, terutama media online.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Komdigi, Molly Prabawaty, mengatakan perubahan lanskap informasi yang berlangsung sangat cepat memengaruhi cara masyarakat dalam mengonsumsi berita.

Kondisi tersebut menuntut industri media harus terus beradaptasi agar tetap relevan sekaligus mampu mempertahankan keberlanjutan bisnis.

Menurut Molly, kehadiran teknologi AI Overview membuat pengguna cukup membaca ringkasan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan di mesin pencari tanpa harus membuka berita dari sumber aslinya. Padahal, media telah menginvestasikan sumber daya besar untuk proses peliputan hingga berita disajikan ke publik.

"Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan industri media yang selama ini berinvestasi besar dalam proses peliputan, verifikasi, dan penyajian informasi yang kredibel," ujar Molly saat memberikan keynote speech di acara JawaPos.com Digital Excellece Awards 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/7).

Selain tantangan tersebut, Komdigi juga mencatat perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin didominasi oleh konten berbasis video. Secara global, konsumsi berita video meningkat dari 52 persen pada 2020 menjadi 65 persen pada 2025.

"Fenomena ini menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat telah berubah secara signifikan. Audiens kini lebih banyak mengakses informasi melalui format visual yang cepat, interaktif, dan mudah dipahami," kata Molly.

Tren serupa juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan Molly Prabawaty, WhatsApp menjadi platform yang paling banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh berita dengan tingkat penggunaan mencapai 43 persen.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore