
Ilustrasi Militer (Freepik)
JawaPos.com - Melalui Petisi Masyarakat Sipil yang ditandatangani pada Rabu (29/7), ratusan tokoh dan puluhan organisasi masyarakat menegaskan penolakan terhadap militer di ranah sipil. Total sebanyak 58 organisasi dan 274 tokoh masyarakat telah menandatangani petisi tersebut.
Lewat petisi itu, mereka meminta agar pemerintah menghentikan seluruh pelibatan militer dalam ranah sipil. Sehingga militer bisa fokus menjalankan tugas dan fungsi dalam urusan pertahanan negara dan menjaga serta mempertahankan kedaulatan bangsa.
Belakangan ini mereka melihat demokrasi dan kebebasan di Indonesia terancam akibat peran militer yang masuk ke dalam kehidupan sosial politik. Militer dinilai tidak lagi hanya menjalankan fungsi pertahanan, melainkan juga terlibat jauh dan berlebihan dalam fungsi-fungsi non pertahanan.
”Rezim pemerintahan ini telah mempolitisasi militer untuk kepentingan pragmatis kekuasaan dan kepentingan proyek rezim,” bunyi Petisi Masyarakat Sipil tersebut.
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur menyatakan bahwa melalui petisi tersebut, ratusan tokoh dan organisasi masyarakat menyoroti pelibatan militer dalam program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih.
Para tokoh tersebut juga mempertanyakan keberadaan militer dalam Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) serta pengamanan demonstrasi.
Isnur dan tokoh-tokoh lain yang turut menandatangani Petisi Masyarakat Sipil menyatakan bahwa pelibatan militer dalam fungsi non pertahanan bertentangan dengan konstitusi.
Tugas dan fungsi militer dalam konstitusi, lanjut dia, adalah sebagai alat pertahanan negara, bukan untuk pembangunan apalagi menjadi aparat penegak hukum. Karena itu, pelibatan militer dalam fungsi non pertahanan yang tidak proporsional dikhawatirkan akan berdampak serius pada melemahnya profesionalisme militer sebagai alat pertahanan negara.
”Kami memandang militerisasi sipil telah berdampak signifikan terhadap terjadinya kekerasan terhadap warga sipil,” ujarnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
