
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari menanggapi pidato kontroversial Presiden Prabowo Subianto soal londo ireng, Surabaya, Selasa (28/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari menanggapi pidato Presiden RI, Prabowo Subianto tentang Londo Ireng, yang menuai kontroversi di masyarakat.
"Pertama begini, kalau mengenai pernyataan Presiden, mari kita lihat rangkaian pidato Presiden. Semuanya itu untuk membela kepentingan rakyat," tutur Qodari saat kunjungan kerja di Surabaya, Rabu (28/7).
Ia meminta publik untuk tidak hanya menyoroti sepenggal kalimat tanpa melihat substansi atau konteks secara keseluruhan. Menurut Qodari, pidato Presiden Prabowo selalu berangkat dari tujuan membela kepentingan rakyat.
"Konsisten sekali pidato Presiden itu, selalu berbicara meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi," imbuhnya.
Komitmen tersebut tercermin dalam target pengembangan B50 sebagai bagian dari agenda kemandirian energi nasional. B50 adalah jenis bahan bakar nabati campuran, yang terdiri dari 50 persen biodiesel dan 50 persen solar fosil.
"Kemudian bagaimana (proyek gas) Blok Masela (yang mangkrak) 28 tahun akhirnya dimulai. Jadi insya Allah kita kalau fokus kepada substansi, itulah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato Pak Presiden," pungkas Qodari.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak yang ia nilai masih memiliki sikap seperti londo ireng, namun hadir dalam bentuk yang berbeda.
Hal tersebut disampaikan sambutan dalam Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan pada Kamis malam (23/7).
"Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" tutur Prabowo.
Istilah Londo Ireng pada zaman penjajahan Belanda disematkan untuk menyebut pribumi yang dianggap berpihak kepada kolonial dan mengkhianati bangsanya sendiri. Pidato tersebut langsung menuai pro dan kontra. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022