Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2026 | 15.19 WIB

Sadisnya OPM Mirip ISIS, Mereka Sudah Layak Dikategorikan Teroris

Kelompok bersenjata TPNPB-OPM menunjukkan korban penembakan sebelumnyawanya dihabisi di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Istimewa) - Image

Kelompok bersenjata TPNPB-OPM menunjukkan korban penembakan sebelumnyawanya dihabisi di Yahukimo, Papua Pegunungan. (Istimewa)

JawaPos.com - Kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil di Papua yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sangat sadis. Mereka tidak segan-segan menyiksa saudara sendiri di Bumi Cenderawasih. Perbuatan sadisnya seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). OPM sudah dapat dikategorikan sebagai teroris.

Pengamat politik Rico Marbun mengecam aksi pembunuhan terhadap warga sipil di Papua yang videonya beredar luas di media sosial. Menurut dia, pola kekerasan yang dilakukan OPM memiliki kemiripan dengan aksi propaganda kelompok teroris ISIS.

"Polanya mirip ISIS. Pembunuhan direkam, lalu disebarkan untuk menebar teror," kata Rico Marbun di Jakarta pada Jumat (24/7).

Rico menyebut ada dua kesamaan antara OPM dengan ISIS. Pertama, aksi pembunuhan sengaja direkam dan disebarkan melalui media sosial. Kedua, korban dieksekusi secara brutal sambil menyampaikan pesan politik.

"Ini bukan hanya aksi sadis pembunuhan, tetapi propaganda untuk menciptakan rasa takut," ujarnya.

Rico menilai teror tersebut bertujuan menjauhkan masyarakat Papua dari negara dan program-program pembangunan. Maka, tenaga kesehatan, guru, hingga pekerja pembangunan kerap menjadi sasaran. "Mereka ingin warga takut berinteraksi dengan negara dan menolak pembangunan," katanya.

Direktur Eksekutif Median itu menilai aksi OPM bertujuan memancing eskalasi operasi keamanan agar terjadi korban sipil yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan propaganda. "Mereka berharap konflik membesar sehingga muncul ketidakpuasan masyarakat," ucapnya.

Padahal, Pemerintah sejak reformasi lebih mengedepankan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, serta perluasan otonomi politik di Papua. Kondisi itu justru menggerus narasi yang selama ini dibangun OPM. "Karena itu mereka berupaya merusak situasi damai dengan meneror warga sipil," tuturnya.

Atas dasar itu, Rico menilai tindakan OPM telah memenuhi karakteristik atau kategori aksi terorisme. "Kalau warga sipil disiksa, dieksekusi, lalu videonya dipakai sebagai alat teror, itu sudah layak dikategorikan sebagai aksi teroris," tegasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore