Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 15.48 WIB

Prabowo Minta Evaluasi Menyeluruh Program MBG, Termasuk Anggaran Rp 15 Ribu Per Porsi

Presiden RI Prabowo Subianto (Sekretariat Presiden) - Image

Presiden RI Prabowo Subianto (Sekretariat Presiden)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi secara menyeluruh dengan pendekatan yang matang dan tidak tergesa-gesa. Evaluasi tersebut mencakup efektivitas program, akurasi data penerima manfaat, hingga kecukupan anggaran makan per siswa agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7) malam.

Agustina mengatakan, Presiden mengingatkan agar proses pembenahan dilakukan secara objektif dan berdasarkan kajian yang komprehensif, mengingat program MBG menyasar jutaan masyarakat.

"Jadi Pak Presiden tuh bener-bener ingin supaya pembenahannya pun tidak apa ya buru-buru gitu, bener-bener fair. Itu yang saya apa ya saya catat betul, karena buat kami ini kan satu hal yang baik," kata Agustina.

Dalam rapat tersebut, Presiden juga meminta BGN mengkaji kembali besaran anggaran makan sebesar Rp 15 ribu per porsi untuk memastikan nilainya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Bahkan beliau mengatakan apakah 15 ribu itu memang juga cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup berapa angkanya? Itu pesan-pesan secara umumlah. Tapi poinnya menurut saya itu hal yang sangat baik. Arahan yang sangat jelas untuk kami kemudian nanti bekerja melakukan pembenahan," tuturnya.

Selain itu, Presiden meminta BGN diberikan waktu untuk menyelesaikan proses pembenahan karena setiap keputusan yang diambil akan berdampak pada jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

"Mohon kami memang diberi waktu karena Pak Presiden juga tadi bener-bener menekankan kami tahu tidak mudah mengambil sebuah keputusan yang akan baik untuk sekian juta orang," ujarnya.

Agustina menjelaskan bahwa Presiden juga mengarahkan agar pemerintah terlebih dahulu memperbaiki validitas data penerima manfaat dan data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan data yang akurat.

"Jadi Pak Presiden bener-bener tadi memberikan arahan 'oke data silakan diperbaiki, data penerima manfaat, data SPPG'. Beliau setuju semua diperbaiki data dulu supaya bener-bener bisa mengambil keputusan yang tepat," ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersabar selama proses evaluasi berlangsung. Menurut Agustina, Presiden membuka ruang bagi berbagai masukan dari kementerian, lembaga, maupun peserta rapat sebelum menetapkan keputusan lanjutan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore