
Pengurus BEM FH UBK sempat diminta pertanggungjawaban oleh pihak kampus dan mahasiswa UBK agar membalikan nama baik UBK. (X: @salam4jari)
JawaPos.com - Cucu presiden pertama Republik Indonesia, Mahardika Soekarno atau Didi Mahardhika, menyampaikan keprihatinan atas beredarnya informasi mengenai dugaan keterlibatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) dalam kasus penerimaan suap terkait aksi mahasiswa.
Sebagai putra dari almarhumah Rachmawati Soekarnoputri yang notabene merupakan pendiri dari UBK, Didi menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, maka hal itu dapat mencederai marwah gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal sebagai kekuatan moral dan agen perubahan.
"Gerakan mahasiswa memiliki posisi terhormat dalam sejarah bangsa. Karena itu, integritas harus tetap dijaga. Jika benar ada praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai perjuangan mahasiswa, tentu sangat disayangkan," ujar Didi dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis itu juga berharap, UBK bisa terus berpegang pada cita-cita yang diwariskan ibunya, yakni melahirkan generasi muda yang berintegritas, kritis, dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa.
Didi juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak kehilangan independensinya akibat pengaruh kepentingan pihak tertentu.
"Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang berpihak kepada rakyat. Jangan sampai gerakan mahasiswa kehilangan kepercayaan publik karena terseret kepentingan politik praktis ataupun kepentingan lainnya," tegasnya.
Didi menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin konstitusi. Namun, menurutnya, kritik tersebut sebaiknya diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan perbaikan pelaksanaan kebijakan, bukan semata-mata mendorong penghentian program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Peran mahasiswa adalah mengawal, mengawasi, dan memberikan masukan agar setiap program berjalan lebih baik. Itulah esensi gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam demokrasi," pungkasnya.
Didi juga menegaskan dirinya sudah tidak lagi terlibat dalam pengelolaan kampus maupun Yayasan Pendidikan Soekarno sejak sang ibu wafat pada 2021.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
