
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)
JawaPos.com - Koalisi Masyarakat Sipil kembali mengkritisi pelaksanaan latihan dasar militer untuk calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). Mereka meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi. Menurut dia, Komnas HAM harus membentuk Tim Investigasi untuk mencari fakta di balik meninggalnya 5 orang peserta latsarmil tersebut.
”Kami mendesak pemerintah, khususnya Komnas HAM Republik Indonesia untuk membentuk Tim Investigasi pencari fakta yang independen, transparan, dan menyeluruh, atas meninggalnya 5 orang peserta latsarmil serta melakukan penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab,” kata dia dikutip pada Senin (29/6).
Bukan hanya pelaku lapangan, Isnur menyatakan bahwa struktur komando dan para pengambil keputusan yang merancang serta memerintahkan pelaksanaan program tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban hukum atas hilangnya nyawa warga negara di bawah kendali penyelenggara. Koalisi juga meminta latsarmil dihentikan.
”Menghentikan seluruh rangkaian program latsarmil untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, dan untuk seluruh rencana keterlibatan militer dalam berbagai pelatihan-pelatihan lainnya bagi masyarakat sipil,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Isnur menyatakan bahwa koalisi mendesak agar pemerintah menghentikan pelibatan TNI dalam program-program pemerintah yang tidak berkaitan dengan tugas pokok pertahanan negara serta mengembalikan pelaksanaan program pembangunan kepada institusi sipil yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Koalisi Masyarakat Sipil, lanjut Isnur, memandang meninggalnya 5 orang peserta latsarmil sebagai tragedi. Dia menyebut, meninggalnya para peserta adalah konsekuensi serius dari kebijakan yang sejak awal keliru. Sebab, memaksakan pendekatan militer ke dalam ruang sipil tanpa dasar kebutuhan, tanpa relevansi, dan tanpa justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
”Koalisi memandang, kematian 5 calon Manajer KDMP semakin menunjukkan bahwa sistem pendidikan dan pelatihan militer tidak tepat diterapkan secara serampangan kepada warga sipil. Tidak ada hubungan antara profesionalisme dalam mengelola koperasi dengan pelatihan militer,” ujarnya.
Kemhan Tegaskan Latsarmil Bukan untuk Pembentukan Prajurit
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022