
Suasana pawai dukungan terhadap MBG di Batam, Kepulauan Riau pada Minggu (21/6). (X: @LambeSahamjja)
JawaPos.com – Maraknya aksi demonstrasi tandingan terkait isu Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai pola komunikasi politik usang sejak era Orde Baru untuk memberikan kontra narasi di kalangan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial, strategi tersebut dinilai semakin kehilangan efektivitas dalam membentuk opini publik.
Pakar Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga menilai, praktik demonstrasi tandingan pada dasarnya bertujuan melemahkan aksi kelompok yang menyampaikan aspirasi utama kepada pemerintah. Namun, di era media sosial saat ini, upaya tersebut dinilai tidak lagi seampuh pada masa lalu.
"Kalau kita belajar sejak Orde Baru, demo-demo tandingan itu memang umum kita lihat. Biasanya tujuannya untuk melemahkan demo yang menyampaikan aspirasi sesungguhnya," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (23/6).
Menurut Jamiluddin, kehadiran aksi tandingan selama ini dimaksudkan untuk menciptakan kesan bahwa kelompok yang melakukan demonstrasi utama hanyalah sebagian kecil masyarakat.
Dengan demikian, publik diarahkan untuk melihat adanya kelompok lain yang dianggap lebih besar dan memiliki pandangan berbeda.
"Tujuan sesungguhnya adalah membentuk pendapat umum bahwa demo yang dilakukan masyarakat itu hanya segelintir orang. Seolah ada kelompok masyarakat lain yang lebih besar yang menginginkan sebaliknya," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
