
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jawa Timur, Selasa (23/6).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemberantasan korupsi menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahannya. Menurutnya, mengelola Indonesia bukanlah tugas yang mudah mengingat luas wilayah dan besarnya potensi sumber daya yang dimiliki bangsa ini.
Karena itu, ia menilai tata kelola pemerintahan yang bersih menjadi syarat utama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi, memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat, sangat, sangat kaya. Karena itu, kuncinya adalah pemerintah harus bersih, pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jawa Timur, Selasa (23/6).
Ia menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi praktik korupsi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, kebocoran anggaran dan penyalahgunaan kekuasaan hanya akan menghambat kemajuan bangsa serta mengurangi manfaat kekayaan negara yang seharusnya dinikmati rakyat.
“Tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia. Ini tidak ringan, ini tidak ringan, saya mengerti ini tidak ringan. Tapi, apa boleh buat? Apa pun harus kita kerjakan untuk supaya negara kita selamat,” ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan, keberlangsungan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuannya menjaga dan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Ia menegaskan, jika kekayaan negara terus-menerus disalahgunakan, maka pembangunan dan kesejahteraan rakyat akan sulit tercapai.
“Tidak ada negara yang bisa selamat kalau resources-nya, sumber-sumber dayanya diambil terus, rakyat banyak yang miskin,” tegasnya.
Selain menyoroti pentingnya pemerintahan yang bersih, Prabowo turut menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia mengklaim kekayaan Indonesia mengalami peningkatan dalam tujuh tahun terakhir.
“Selama tujuh tahun belakangan ini dikatakan bahwa ekonomi kita tumbuh 5 persen tiap tahun. 7 tahun kali 5 berarti 35 persen pertumbuhannya. Logikanya, selama 7 tahun Indonesia tambah kaya 30 persen, 35 persen. Tapi kenyataannya, itu yang saya katakan,” pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
