
Ilustrasi karhutla di Sumatera Selatan. (BPBD Sumsel/Antara)
JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memutuskan untuk mereaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah itu diambil sebagai bentuk antisipasi potensi ancaman El Nino.
Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana menyampaikan, keputusan tersebut secara resmi dituangkan dalam Peraturan Menko Polkam Nomor 60 Tahun 2026. Terbitnya aturan itu disusul Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla pada Mei.
”Desk ini sebagai instrumen nasional untuk memastikan seluruh kebijakan, sumber daya dan operasional di lapangan berjalan lebih terkoordinasi, tersinkronisasi dan terintegrasi, baik antar kementerian dan lembaga terkait maupun pusat dan daerah,” kata dia dalam keterangan yang dikutip pada Minggu (21/6).
Reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla diharapkan menjadi jalan untuk memastikan kerja-kerja petugas di lapangan semakin efektif dan efisien. Mengingat pada 2026-2027 Indonesia akan menghadapi siklus El Nino yang diperkirakan menyebabkan kemarau terjadi lebih awal, lebih kering, dan lebih lama.
”Sehingga potensi terjadinya Karhutla akan lebih besar. Oleh karenanya, bapak menko polkam menekankan dilaksanakannya peningkatan kesiapsiagaan, deteksi dini dan cegah dini karhutla,” jelas dia.
Dalam keterangan sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago telah menyampaikan bahwa karhutla merupakan persoalan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional. Karhutla dapat berdampak sangat luas terhadap masyarakat, bahkan bisa berpengaruh pada hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga apabila asapnya melintasi batas negara.
“Maka dari itu, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat,” kata dia.
Djamari menyebut, ancaman karhutla masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Indonesia. Apalagi saat memasuki musim kemarau yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan curah hujan, meningkatkan jumlah hotspot, serta memperbesar risiko terjadinya karhutla.
”Kondisi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, karena itu,” ujar dia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
