
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengunjungi kantor Redaksi Jawa Pos di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkap kronologi pembubaran kegiatan dialog antara pemerintah dan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi fenomena yang tidak lazim dalam praktik demokrasi di lingkungan kampus.
Qodari menjelaskan, kegiatan diskusi awalnya berlangsung tertib dan kondusif selama kurang lebih 45 menit. Dalam forum tersebut, sejumlah mahasiswa turut hadir dan aktif berdiskusi tanpa menunjukkan penolakan terhadap jalannya acara.
“Sebetulnya sebelum pembubaran itu saya mendapat informasi bahwa kegiatan sudah berjalan dengan baik dan lancar selama kurang lebih 45 menit. Tapi kemudian tiba-tiba muncul sekelompok orang, mahasiswa yang membubarkan acara itu, termasuk juga dengan kata-kata yang mungkin tidak pantas. Nah ini sebetulnya anomali,” kata Qodari dalam keterangannya, Kamis (18/6).
Ia menilai, tindakan pembubaran tersebut tidak mencerminkan semangat demokrasi yang selama ini berkembang di lingkungan akademik. Menurutnya, ruang kampus seharusnya menjadi tempat bertemunya berbagai gagasan dan pandangan secara terbuka.
Baca Juga:Divonis Bersalah dalam Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, 4 Personel BAIS TNI Ajukan Banding
Qodari juga menekankan, kegiatan dialog tersebut bukan agenda yang diselenggarakan secara mendadak. Acara tersebut telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya dan telah memperoleh izin untuk dilaksanakan.
Dialog tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Menurut Qodari, kegiatan serupa sebelumnya juga telah digelar di sejumlah perguruan tinggi lain tanpa mengalami kendala berarti.
“Acara di UGM sendiri juga sudah disiapkan jauh-jauh hari, sudah mendapatkan izin, dan karena itu bisa diselenggarakan,” tegasnya.
Qodari mengingatkan bahwa masyarakat, termasuk komunitas kampus, terdiri dari beragam kelompok dengan latar belakang pemikiran dan aspirasi yang berbeda-beda. Karena itu, diperlukan ruang yang memungkinkan setiap pihak menyampaikan pandangannya secara setara.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
