
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari saat kunjungan ke kantor Redakai Jawa Pos Grup di gedung Graha Pena, Jakarta, Jumat (8/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari merespons tuntutan mahasiswa yang telah disampaikan lewat aksi demo pada Jumat (12/6). Menurut Qodari, pemerintah terus mengupayakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lewat keterangannya, Qodari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto fokus untuk menghentikan pemborosan anggaran dan terus berupaya meningkatkan efisiensi belanja negara menggunakan APBN. Itu dilakukan sejak awal masa jabatannya.
“Mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” kata Qodari dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
Baca Juga:MST Golf Buka Super Store Pertama di Surabaya, Sasar Pasar Golf Jawa Timur yang Terus Tumbuh
Menurut Qodari, saat mendapat kepercayaan sebagai presiden, Prabowo melakukan penghematan terhadap berbagai pos belanja yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial. Dia mengklaim, langkah tersebut berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp 300 triliun.
Tidak hanya itu, Qodari menyebut, Prabowo adalah presiden yang berada di garis terdepan dalam upaya menghentikan kebocoran negara yang selama ini merugikan rakyat. Diantaranya lewat pembentukan Danantara sebagai instrumen untuk memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara.
”Jadi, kalau soal kebocoran, bapak presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” ucap dia.
Meski begitu, Qodari mengaku tuntutan dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa melalui aksi demo merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Dia memastikan, pemerintah terbuka dan tidak menutup diri terhadap berbagai masukan yang disampaikan oleh mahasiswa lewat aksi di jalan.
”Tuntutan dari masyarakat, tuntutan dari mahasiswa tentu sangat wajar sebagai bagian dari proses dan sistem demokrasi. Tentu kita ingin mendengarkan masukan dan saran dari berbagai macam kelompok masyarakat, apalagi mahasiswa,” imbuhnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
