Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 01.23 WIB

Pertanyakan Polisi Pegang Jabatan Sipil, Orasi Mahasiswa Ungkap 1 Juta Sarjana Nganggur

Perwakilan santri menyampaikan orasi di jalan MH Thamrin, Jumat (13/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Perwakilan santri menyampaikan orasi di jalan MH Thamrin, Jumat (13/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Meski batal menggelar demonstasi di Bundaran HI, mahasiswa dan masyarakat sipil tetap menggelar orasi mereka di jalan MH Thamrin, Jumat (13/6). Massa berorasi secara bergantian. Meski hanya berbekal sebuah toa, mereka tetap menyuarakan pandangan mereka mengenai situasi Indonesia saat ini. 

Massa aksi menyuarakan kritik tajam terhadap ketimpangan ekonomi dan kebijakan penataan jabatan publik yang dinilai mencederai keadilan.

Isu utama yang menjadi sorotan adalah kontrasnya nasib jutaan sarjana yang menganggur dengan kebijakan yang mempermudah aparat kepolisian untuk menduduki jabatan sipil.

Diketahui, melalui revisi Undang-Undang (UU) Polri, anggota polisi aktif kini diperbolehkan menduduki jabatan di institusi sipil tanpa harus pensiun atau mengundurkan diri terlebih dahulu.

Ironi 1 Juta Sarjana Menganggur vs Jabatan Sipil untuk Polisi

Salah satu perwakilan mahasiswa menggarisbawahi kegagalan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja, di tengah melonjaknya angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Perwakilan mahasiswa tersebut dengan lantang memprotes kebijakan penempatan aparat TNI/Polri di sektor sipil yang dinilai tidak masuk akal.

"Kita tidak akan membiarkan kegagalan ini berlalur larut. Kawan-kawan, kita harus sepakat rezim saat ini hanya berpihak pada mereka yang punya uang. Sekarang masyarakat ditindas habis-habisan. Kawan-kawan yang pakai baju coklat ini (polisi) bisa mengisi jabatan jabatan sipil. Dimana otak rezim saat ini kawan-kawan," teriak orator.

Ia juga menyerukan agar seluruh elemen, mulai dari buruh hingga pelajar, merapatkan barisan guna menghadapi sistem politik yang dianggap hanya berpihak pada pemilik modal.

"Hari ini mereka yang bertarung di elektoral hanya membawa kepentingan pemodal. Mereka hanya ingin memperkaya partai mereka sendiri. Partai partai saat ini hanya mewakili apa yang mereka inginkan. Ada 1 juta orang sarjana yang tidak bekerja, tapi polisi bisa menduduki jabatan sipil, kan lucu," tambahnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore