Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 01.14 WIB

Teror Pocong Merebak di Berbagai Daerah: Ancaman Baru atau Tren Tiru-tiru?

Warga Tapos, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini digegerkan oleh isu "teror pocong" yang viral di media sosial. (Dok warga Depok) - Image

Warga Tapos, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini digegerkan oleh isu "teror pocong" yang viral di media sosial. (Dok warga Depok)

JawaPos.com - Isu teror pocong yang merebak di berbagai daerah, memicu ketakutan kolektif. Narasi tentang sosok berbalut kain putih membawa senjata tajam pada malam hari menambah kesan mencekam di masyarakat. 

Namun, temuan polisi di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Di beberapa daerah di Jawa Timur, teror pocong ternyata hanya ulah segelintir anak muda yang membuat konten untuk media sosial. 

Mereka mengaku tak berniat meneror, apalagi tindak kriminal. Fenomena ini memunculkan pertanyaan: apakah teror pocong merupakan ancaman baru yang perlu diwaspadai tau sekadar tren tiru-tiru (imitasi) media sosial? 

Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Prof. Bagong Suyanto, mengatakan fenomena teror pocong dapat dibedakan menjadi dua kategori, yakni sebagai modus kejahatan dan aksi iseng anak muda mencari hiburan. 

"Tetapi apapun motifnya, memang sosok pocong ini memiliki akar kultural yang kuat di masyarakat Indonesia, sehingga menjadi sesuatu yang menarik," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (29/5). 

Perubahan Cara Anak Muda Memandang Dunia Mistis

Secara khusus, Prof. Bagong menyoroti adanya perubahan cara generasi muda memaknai dunia mistis. Perubahan itu terlihat dari minat remaja terhadap film-film horor dibanding genre lainnya. 

"Ini kelihatan dari film-film populer yang ditonton anak muda sekarang, seperti Pengabdi Setan, Annabele, The Conjuring. Bukan lagi film remaja dan percintaan, seperti Dilan," imbuh Prof. Bagong. 

Menurutnya, keberanian menghadapi hal-hal yang dianggap menyeramkan menjadi bagian dari identitas sosial anak muda. Mereka yang berani dianggap memiliki nilai lebih dalam lingkungan pergaulan. 

Kondisi tersebut membuat sebagian remaja tertarik melakukan aktivitas yang berkaitan dengan unsur mistis. Mereka pun terdorong membuat konten pocong, yang belakangan menjadi buah bibir di masyarakat.  

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore