Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 04.50 WIB

Dear Presiden Prabowo, Ini 5 Masukan agar Tak Sering ke Luar Negeri dan Habiskan Biaya Miliaran Rupiah

Potret Presiden Prabowo Subianto saat menyalami kru pesawat kepresidenan, salah satunya Tania Widjaya. (Instagram @taniawidjaya) - Image

Potret Presiden Prabowo Subianto saat menyalami kru pesawat kepresidenan, salah satunya Tania Widjaya. (Instagram @taniawidjaya)

JawaPos.com – Founder dan Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyampaikan lima masukan yang menurutnya dapat membantu pemerintah menghemat anggaran. Selain itu, sekaligus menjawab keresahan publik terkait frekuensi perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara.

Menurut Dino, setiap kunjungan kepala negara ke luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pengeluaran tersebut mencakup tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, pengamanan, uang harian delegasi, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.

"Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar rupiah," ujar Dino dalam sebuah unggahan video di Instagram pribadinya @dinopattidjalal, Sabtu (30/5).

1. Andalkan Komunikasi Virtual

Masukan pertama yang disampaikan Dino adalah agar Presiden Prabowo lebih mengandalkan komunikasi virtual dengan para pemimpin dunia, baik melalui video conference, telepon, maupun platform digital lainnya.

Menurut mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu, substansi pembahasan dalam pertemuan bilateral umumnya hanya berlangsung satu hingga dua jam. Selebihnya diisi agenda seremonial dan jamuan resmi.

"Jadi dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri. Dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama," jelasnya.

Dino mencontohkan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang disebut telah berulang kali melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa harus menggelar pertemuan bilateral tatap muka.

2. Maksimalkan Forum Internasional

Masukan kedua adalah memaksimalkan setiap kunjungan ke forum internasional dengan memperbanyak pertemuan bilateral sekaligus. Menurut mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini, Presiden dapat menerapkan formula "1+8", yakni menghadiri satu forum internasional sembari melakukan sedikitnya delapan pertemuan dengan pemimpin negara lain yang hadir dalam acara yang sama.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore