
Tampilan menu MBG. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari persoalan distribusi, keterbatasan akses, hingga dukungan operasional menjadi hambatan dalam pemerataan pangan bergizi di daerah terpencil.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan MBG dinilai membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh agar program dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat secara merata.
Penguatan koordinasi antarpihak, dukungan investasi, serta sistem distribusi yang terintegrasi dianggap menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan program.
Situasi itu mendorong lahirnya Asosiasi Pangan Gizi Indonesia Daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (APGI 3T). Organisasi ini dibentuk untuk membantu memperkuat pelaksanaan MBG, khususnya di kawasan dengan tantangan geografis dan akses yang sulit.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) APGI 3T, Gardian Muhammad, menyatakan pihaknya ingin memastikan program MBG di wilayah terpencil dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
"Fokus utama kami adalah memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis Wilayah Terpencil tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan, tepat sasaran, dan mampu menjangkau masyarakat di wilayah paling sulit sekalipun," kata Gardian di Jakarta, Selasa (26/5).
Menurut APGI 3T, penerapan MBG di daerah terpencil memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan wilayah perkotaan. Perbedaan kondisi geografis, rantai pasok pangan lokal, hingga pengelolaan dapur menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya.
Ketua DPP Partai Perindo itu menuturkan, penguatan dapur MBG dan efisiensi distribusi akan menjadi fokus utama organisasi tersebut. Langkah itu dilakukan agar layanan pangan bergizi dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil secara lebih maksimal.
"Penguatan Dapur MBG, peningkatan efisiensi distribusi, serta konsolidasi investor menjadi prioritas utama ke depan,” ujar Gardian.
Saat ini APGI 3T tercatat memiliki sekitar 1.200 investor yang terlibat dalam pelaksanaan MBG di wilayah terpencil. Meski demikian, kolaborasi lintas sektor dinilai tetap penting untuk menjaga keberlanjutan program di daerah 3T.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
