
Ilustrasi ancaman cyber di dunia Perbankan.
JawaPos.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meneken kerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Melalui kerja sama tersebut, BSSN kini memberikan jaminan perlindungan kepada seluruh bank daerah di seluruh Indonesia.
Penandatanganan kerja sama lewat nota kesepahaman itu dilakukan oleh Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono dan Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo.
Momen tersebut juga disaksikan secara langsung oleh Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dan direksi dari berbagai Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Menurut Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, perkembangan teknologi saat ini selalu diikuti dengan meningkatnya ancaman siber. Karena itu, aspek keamanan menjadi sangat penting dan harus terus diperkuat seiring dengan inovasi digital perbankan.
Menurut Nugroho kerja sama antara BSSN dengan Asbanda menjadi momentum penting dalam menghadapi tantangan transformasi digital di industri perbankan yang terus berkembang pesat. Apalagi bila melihat kompleksitas ancaman siber yang dihadapi oleh sektor keuangan nasional.
”Keamanan siber saat ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi pilar penting dalam mitigasi risiko bisnis,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (15/5).
Dalam keterangan yang sama, Nugroho menyatakan bahwa kerja sama tersebut terlaksanakan berkat komitmen kuat dari seluruh direksi BPD dalam mengawal implementasi keamanan siber. Mereka sama-sama sepakat untuk membangun ketahanan digital sektor perbankan.
Sementara itu, Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengungkapkan, industri perbankan saat ini tidak hanya soal layanan keuangan semata, melainkan juga tentang kecepatan teknologi, integritas data, dan kepercayaan digital masyarakat kepada perbankan.
Agus mengakui bahwa transformasi digital telah menjadi keniscayaan. Tidak terkecuali bagi BPD di seluruh Indonesia. Keniscayaan itu dibarengi dengan ancaman siber yang terus berkembang semakin cepat, kompleks, bahkan terorganisir. Karena itu, diperlukan perlindungan dari BSSN.
”Serangan siber bukan hanya berdampak pada sistem teknologi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik, stabilitas operasional, reputasi institusi, bahkan stabilitas ekonomi daerah dan nasional. Karena itu, cyber security harus dipandang sebagai isu strategis nasional dan bagian penting dari ketahanan industri keuangan Indonesia,” bebernya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
