
Gubernur DKI Pramono Anung menargetkan Bank Jakarta melakukan IPO pada awal tahun 2027. (Masria Pane/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung berkeinginan Bank Jakarta Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana paling lama awal tahun 2027. Tujuannya, untuk memperbaiki semua permasalahan bank milik DKI itu, dan diawasi terbuka oleh publik.
"Salah satu problem utama Bank Daerah adalah terlalu banyak yang disembunyikan. Begitu tidak ada disembunyikan, pasti akan menjadi lebih baik," terang Pramono.
Selain untuk perbaikan, Pramono juga menyoroti capaian laba 2025 dan target laba Bank Jakarta pada 2026. Menurutnya, capaian bank milik DKI itu masih rendah ketika modalnya cukup besar.
"Kalau untungnya cuma Rp 1 triliun Pak Dirut, biasa-biasa aja, enggak istimewa. Tadi kan saya langsung lirik, loh duitnya kok segitu pengennya untungnya Rp 1 triliun. Karena gubernur Jakarta kali ini dulunya businessman-lah gitu. Sehingga saya tahu banget," ujarnya.
Tidak hanya itu, Pramono juga membandingkan capaian Bank Jakarta dengan PT PAM Jaya, yang juga ditargetkannya IPO awal tahun depan. ‘’Sekarang, Bank Jakarta untungnya kalah loh sama PAM Jaya. PAM Jaya juga tahun ini mencanangkan (laba) jauh lebih tinggi daripada Bank Jakarta. Padahal PAM Jaya di tahun 2021-2022 itu bleeding banget,’’ imbuhnya.
Oleh karena itu, dia berharap, kepada jajaran direksi dan komisaris yang memimpin Bank Jakarta bisa meningkatkan capaiannya. Terlebih, dia mengklaim, di jajaran itu tidak ada yang duduk atas intervensinya.
"Apakah tidak ada yang meminta kepada saya (jadi direksi atau komisaris, Red)? Banyak banget. Tetapi sekali lagi, saya menaruh hormat kepada bapak ibu, saudara-saudara sekalian. Mudah-mudahan teamwork yang ada ini akan bekerja betul-betul," ujar Pramono kepada jajaran Bank Jakarta yang hadir dalam kegiatan 'Rapat Kerja Bank Jakarta' tersebut.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Bank Jakarta Agus Haryanto Widodo menuturkan, target laba 2026 Bank Jakarta itu sebesar Rp1 triliun. Target itu disusun berdasar total aset yang mencapai Rp 91,5 triliun per Desember 2025.
"Pada dasarnya kami tetap berupaya di atas Rp 1 triliun bapak gubernur," ujarnya. Memang, dari paparan yang disampaikannya, laba bersih Bank Jakarta pada 2025 tercatat Rp345 miliar.
Terkait rencana IPO, dia menyebutkan sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, dia sudah merencanakan agar modal dasarnya ditingkatkan menjadi Rp 20 triliun.
"Target IPO-nya, kurang lebih kisaran Rp 3 triliun," katanya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
