
Presiden Prabowo di hadapan ribuan buruh yang berkumpul di lapangan Monas, Jakarta, Jumat (5/1). (Istimewa).
JawaPos.com – Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5). Ia menilai kehadiran kepala negara di tengah buruh menjadi sinyal penting dalam relasi antara pemerintah dan rakyat.
Menurutnya, kehadiran Presiden Prabowo bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan memiliki makna politik yang lebih dalam terkait arah kebijakan negara.
"Kehadiran presiden di tengah peringatan May Day bukan sekadar simbol kehadiran fisik. Ia adalah penanda arah. Sebab dalam politik, simbol bukanlah hal kecil. Ia sering kali menjadi bahasa jujur dari niat kekuasaan," kata Azis kepada wartawan, Jumat (1/5).
Ia menambahkan, peringatan May Day tahun ini menunjukkan adanya upaya untuk menggeser keseimbangan relasi antara negara dan buruh. Setidaknya, ada pengakuan bahwa keseimbangan tersebut belum sepenuhnya tercapai selama ini.
Berbagai isu mengemuka dalam momentum tersebut, mulai dari persoalan outsourcing, ketimpangan upah dengan biaya hidup, hingga ketidakpastian kerja di tengah dinamika ekonomi global.
"Isu-isu ini memang bukan hal baru, tetapi menjadi signifikan ketika pemerintah mulai mendengarnya secara langsung dari para buruh," tegasnya.
Ia menegaskan keberpihakan kepada buruh tidak boleh berhenti pada retorika dan simbol semata. Menurutnya, komitmen tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang konkret, terukur, dan berani.
"Negara perlu memastikan bahwa perlindungan buruh menjadi bagian dari desain besar ekonomi nasional, bukan sekadar respons sesaat terhadap tekanan publik," ujarnya.
Azis juga menekankan pentingnya orkestrasi kebijakan lintas sektor dalam mewujudkan komitmen tersebut. Ia mengibaratkan kebijakan negara seperti sebuah komposisi musik yang membutuhkan keselarasan antar semua pihak, bukan hanya bergantung pada satu pemimpin.
Dalam konteks itu, ia meminta seluruh menteri dalam Kabinet Merah Putih untuk menyikapi secara cermat arahan Presiden Prabowo. Menurutnya, kehendak presiden harus diterjemahkan menjadi kesadaran kolektif di seluruh jajaran pemerintahan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
