
Korlantas Polri gunakan metode TAA olah TKP kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram @NTMC Korlantas Polri)
JawaPos.com - Sebagai bagian dari penyelidikan dan penyidikan kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Korlantas Polri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Untuk mendapatkan data yang valid, Korlantas turut menggunakan metode Traffic Accidents Analysis atau TAA.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe mengungkapkan bahwa kecelakaan kereta yang merenggut 16 nyawa tersebut diawali insiden pertama. Yakni kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik Green SM di atas perlintasan sebidang Ampera.
”Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera,” ungkap Kompol Sandhi dikutip pada Rabu (29/4).
Akibatnya temperan tidak terhindarkan. Kecelakaan terjadi hingga taksi listrik tersebut terseret cukup jauh. Insiden itu pun mengganggu operasional KRL dan kereta api jarak jauh. Tidak lama setelah insiden itu, kecelakaan maut yang menyebabkan 16 korban meninggal dunia pun terjadi.
Dalam proses penyelidikan kecelakaan itu, Korlantas Polri mengerahkan TAA untuk merekonstruksi kejadian secara akurat. Total ada 2 jenis TAA yang dikerahkan. Yakni TAA statis berupa kamera lidar yang mampu merekam lingkungan sekitar secara 360 derajat dan TAA portable dengan tampilan helicopter view.
”Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat proses penyidikan sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk operator kereta, guna meningkatkan sistem keselamatan dan informasi di lapangan,” ungkap Korlantas Polri dalam unggahan pada akun media sosial resminya hari ini.
Diberitakan sebelumnya, untuk mengungkap penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4), Polda Metro Jaya bakal memeriksa sopir taksi listrik SM Green dan masinis Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Polisi berniat mendalami potensi masalah sistem dan human error atau kelalaian petugas.
Baca Juga:Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Kamis 30 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo dan Virgo
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan hal itu. Menurut dia semua dugaan penyebab terjadinya kecelakaan terus didalami oleh polisi. Termasuk kemungkinan faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
”Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ucap dia.
Tidak itu, pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di atas KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Demikian pula sopir taksi listrik SM Green, polisi akan memeriksa sopir tersebut karena kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tidak lepas dari kecelakaan taksi tersebut.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
