
Tempat penitipan anak Little Aresha yang terletak di Jalan Pakel Baru Utara, No 27, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja disegel polisi, Jumat (24/4) sore. (Dok. Radar Jogja)
JawaPos.com-Kasus menyayat hati kembali terjadi. Kali ini viral dan menggemparkan masyarakat di Yogyakarta. Perawat daycare bernama Little Aresha yang beralamat di Jalan Pakel Baru Utara Nomor 27, Sorosutan, Umbulharjo, diduga telah menganiaya sejumlah balita.
Atas dugaan tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta menggerebek daycare tersebut pada Jumat (24/4/2026) sore. Langkah itu diambil setelah dugaan terjadinya pelanggaran hukum di daycare tersebut mencuat di media sosial hingga memicu kemarahan publik secara luas.
Dikutip dari pemberitaan Radar Jogja (Jawa Pos Group) pada Sabtu (25/4), Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizky Adrian menyatakan bahwa penggerebekan memang sudah dilakukan. Polisi menduga terdapat praktik perlakuan tidak layak terhadap anak-anak, termasuk tindakan diskriminatif, kekerasan, dan penelantaran.
”Diduga kuat (perawat daycare Little Aresha) memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, maupun menyuruh anak dalam situasi perlakuan salah, penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” terang doa.
Hal senada disampaikan oleh Kapolresta Yogyakarta Kombes Eva Guna Pandia. Dia mengungkapkan, penggerebekan daycare tersebut adalah bagian dari proses penegakan hukum. Daycare tersebut kini sudah disegel oleh aparat kepolisian di Yogyakarta.
Mulanya, muncul unggahan pada media sosial Threads yang memicu perhatian luas. Informasi awal yang diunggah oleh pemilik akun @veronicarosita_ menyebutkan adanya keramaian di area daycare hingga pemasangan police line oleh polisi.
Informasi itu lantas memancing respons luas dari warganet. Dalam waktu singkat, unggahan tersebut dipenuhi ratusan komentar serta lebih dari seribu tanda suka. Sejumlah pengguna Threads turut membagikan tautan lokasi daycare di Google Maps.
Saat masih dapat diakses, pada halaman tersebut ramai ulasan warganet. Namun tak lama kemudian, Google Maps, akun media sosial, hingga website daycare dilaporkan tidak dapat diakses oleh publik. Salah satu ulasan yang sempat terbaca disampaikan terjadi sejumlah tindak kekerasan.
Diantaranya kaki dan tangan anak diduga diikat, anak-anak dikunci di dalam kamar, serta balita yang hanya disuruh tidur di lantai. Salah satu wali murid berinisial HF mengungkapkan bahwa keponakannya yang berusia 3,5 tahun sudah menunjukkan gelagat ketakutan sejak awal dititipkan di daycare tersebut.
”Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau, enggak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana,” bebernya

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
