Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 18.47 WIB

Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Santri

Syekh Ahmad Al Misry. (Instagram: ahmad_almisry2) - Image

Syekh Ahmad Al Misry. (Instagram: ahmad_almisry2)

JawaPos.com - Aparat kepolisian menetepkan Sykeh Ahmad Al Misry sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri. Penyidik Bareskrim Polri meningkatkan status Syekh Ahmad dari saksi menjadi tersangka setelah melakukan gelar perkara.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri. Perkembangan penanganan kasus tersebut sudah disampaikan kepada terlapor sejak Rabu (22/4).

”Dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap korban, penyidik telah melakukan proses penyidikan oleh Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri, sehubungan dengan hal tersebut diatas telah diberitahukan kepada pelapor atau korban perkembangan penyidikan,” kata Trunoyudo pada Jumat (24/4).

Perkembangan penanganan penyidikan itu disampaikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) bernomor B/66/IV/Res.1.24/2026/Dittipid PPA dan PPO. Surat itu disampaikan kepada Syekh Ahmad sebagai terlapor.

”Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara oleh penyidik atas dasar laporan polisi nomor: LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 28 November 2025 penyidik telah menetapkan saudara SAM (Syekh Ahmad) sebagai tersangka,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Syekh Ahmad menjadi sorotan publik dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri. Atas tudingan itu, Syekh Ahmad buka suara. Dia membantah secara tegas seluruh tudingan yang diarahkan kepada dirinya.

Dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media pada Kamis (23/4), Syekh Ahmad menyampaikan bahwa seluruh tudingan dan tuduhan tersebut tidak benar. Dia memastikan punya bukti kuat untuk menepis seluruh tudingan tersebut. Kini semua bukti itu sudah berada di tangan penasihat hukumnya.

”Tuduhan terhadap pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya,” kata Syekh Ahmad.

Selain memiliki bukti, Syekh Ahmad menyatakan bahwa pihaknya juga punya saksi-saksi. Dia menyebut, saat menerima panggilan dari pihak kepolisian, dirinya memang tidak berada di Indonesia. Sebab, dia tengah mendampingi ibunya menjalani operasi di Mesir.

”Berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026 dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026,” terang dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore