
Praka Farizal Rhomadhon dikonfirmasi gugur dalam serangan di Lebanon. (Istimewa)
Praka Farizal diketahui merupakan kader Muhammadiyah asal Kulon Progo. Hal tersebut diungkapkan oleh dosen UIN Alauddin Makassar, Haidir Fitra Siagian.
“Gugurnya almarhum akibat serangan pasukan Zionis menjadi kesedihan yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh bangsa dan umat. Kita kehilangan sosok yang memberi contoh tentang arti pengabdian yang sesungguhnya. Sebagai sesama kader Muhammadiyah, kita tentu merasakan kehilangan yang mendalam,” kata Haidir dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).
Baca Juga:Menhan AS Marco Rubio Sebut Pemerintahnya akam Tinjau Kerja Sama karenaNATO Ogah Bantu Lawan Iran
Haidir berharap, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan sebagaimana diajarkan dalam Islam. Ia menyadari bahwa duka ini tidak ringan, namun terdapat janji kebaikan dari Allah SWT di baliknya.
“Sebagai saudara seiman dan sesama kader Muhammadiyah, kita turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” tuturnya.
Ia juga mendoakan agar amal ibadah Praka Farizal Rhomadhon diterima oleh Allah SWT. Sebab, almarhum gugur saat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, sebagai bentuk pengabdian dan amanah.
“Kita panjatkan doa, semoga Allah mengampuni segala kesalahannya, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya bersama orang-orang saleh dan para syuhada,” pungkasnya.
Baca Juga:Tak Peduli Gelar Top Skor! Andrew Jung Pilih Jadi Pahlawan Persib Bandung Menuju Gelar Juara
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) membenarkan seorang prajurit TNI tewas dalam serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Dia tergabung dalam anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com dari sejumlah sumber, seorang prajurit TNI yang gugur itu yakni Praka Farizal Rhomadhon (FR). Dia berasal dari kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM.
Praka FR lahir di Kulon Progo, Jogjakarta, pada 3 Januari 1998. FR meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan berusia dua tahun, yang keduanya saat ini tinggal di rumah dinas yang berlokasi di Bireun, Aceh.
Praka FR sendiri adalah prajurit pilihan, dia pernah meraih dua bintang jasa, yakni SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun.
