
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (27/3).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/3). Pertemuan tersebut membahas perkembangan geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Asia Barat, serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi dunia.
Kedua pemimpin di Asia Tenggara ini bertukar pandangan mengenai pentingnya memperkuat koordinasi dan solidaritas kawasan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang dialog yang konstruktif untuk mencari titik temu dalam merespons situasi global saat ini.
“Pertemuan penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat yang kini menekan keselamatan tenaga serta kestabilan ekonomi dunia,” kata Anwar melalui akun Instagram resminya, Jumat (27/3).
Ia juga menegaskan, Malaysia dan Indonesia memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat kerja sama kawasan guna menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Baca Juga:Eks Pemain PSG Ikut Rayakan Gol Beckham Putra saat Timnas Indonesia Kalahkan Saint Kitts and Nevis
“Dalam ketidaktentuan global yang kian meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan perlunya memperkukuh kesepaduan serantau yang berprinsip bagi memelihara keamanan, menjamin kestabilan, serta memperkukuh daya tahan ekonomi demi kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
Kedua negara sepakat untuk meningkatkan upaya diplomasi dalam meredakan konflik serta mendorong penyelesaian damai melalui jalur dialog. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi warga sipil dan mencapai solusi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Anwar menyampaikan bahwa Malaysia terus melakukan komunikasi dengan para pemimpin dunia untuk menyelaraskan pandangan serta menelaah dampak global dari konflik yang berkembang, terutama dalam aspek energi dan keamanan kawasan.
“Malaysia kekal dengan pendirian tegas, menolak keganasan, menjunjung undang-undang antarbangsa, dan menggesa semua pihak kembali kepada jalan damai,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz, agar rantai pasok global tidak terganggu.
“Kelangsungan rantaian bekalan global serta laluan perdagangan strategik termasuk Selat Hormuz mesti dipastikan tidak terjejas,” pungkasnya.
